JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 10, No. 1 (2021), 2337-3520 (2301-928X Print) D53 Abstrak—Semakin berkembangnya kedudukan klaster pariwisata ecotourism di Kab. Banyuwangi membuat pemerintah perlu mengetahui strategi pemasaran yang baik untuk pariwisata berkelanjutan. Ecotourism merupakan alternatif pariwisata konvensional, dimana wisatawan dapat menikmati pemandangan alam dengan lebih mengutamakan aspek konservasi sebagai bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan. Hal tersebut dilakukan agar frekuensi kunjungan ke situs ecotourism Kab. Banyuwangi memiliki pertumbuhan yang meningkat dan optimal setiap tahunnya. Manfaat dari penelitian ini adalah dapat menjadi rekomendasi bagi para pengelola wisata untuk menciptakan strategi pemasaran yang baik, karena strategi pemasaran pariwisata yang baik dapat membuat suatu situs mampu bertahan di pasaran. Data diperoleh dari penyebaran kuesioner kepada 344 responden wisatawan domestik situs ecotourism Kab. Banyuwangi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas wisatawan adalah perempuan dan generasi Z dengan frekuensi kunjungan sebanyak dua hingga 5 kali dalam tiga tahun terakhir. Mayoritas wisatawan merupakan pecinta alam dan memiliki kesediaan membuang sampah pada tempatnya serta menjadikan Wisata Taman Alam Kawah Ijen menjadi situs ecotourism favorit. Kata Kunci—Analisis Tabulasi Silang, Ecotourism, Kab. Banyuwangi, Perilaku Konsumen. I. PENDAHULUAN NDONESIA merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan potensi alam, seni budaya, dan sumber daya yang melimpah [1]. Hal ini merupakan modal yang dimiliki Indonesia dalam hal peningkatan serta pengembangan pariwisata nasional; dengan pariwisata nasional yang berkembang, jumlah wisatawan domestik maupun mancanegara dapat ditingkatkan. pariwisata di Indonesia didominasi oleh situs-situs yang berkaitan dengan alam. Dominasi wisata alam di Indonesia ini turut didukung oleh hasil survei dari PegiPegi, di mana sepanjang 2019 ditemukan bahwa 78% wisatawan memilih wisata alam sebagai destinasi yang ingin mereka kunjungi. Ecotourism sendiri menjadi kategori wisata yang mendominasi, hal ini ditunjukkan oleh bagaimana 45% wisatawan mancanegara meminati ecotourism dibanding kategori wisata lainnya. Ada beberapa wilayah yang masuk ke dalam kategori pariwisata ecotourism di Indonesia, di antaranya adalah Bali (Taman Nasional Bali Barat), Malang dan Lumajang (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru), serta Jember (Taman Nasional Meru Betiri). Kab. Banyuwangi menjadi ikon ecotourism di wilayah Indonesia saat ini. Berbagai capaian baik nasional maupun internasional berhasil diraih oleh Kab. Banyuwangi, salah satunya adalah menduduki peringkat pertama di Indeks Pariwisata Nasional (IPI) 2018. Dengan dicapainya prestasi- prestasi kepariwisataan, serta dengan adanya perkembangan pertumbuhan wisatawan di Kab. Banyuwangi, maka pemerintah daerah perlu mengoptimalkan potensi pariwisata yang ada. Hal ini dilakukan agar pertumbuhan wisatawan dapat terus terkontrol dan meningkat pertumbuhannya. Meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dapat dilakukan salah satunya dengan mengetahui perilaku wisatawan pada situs ecotourism di Kab. Banyuwangi. Untuk menentukan sikap wisatawan pengunjung situs ecotourism juga menjadi tantangan sendiri bagi pengelola situs wisata karena perilaku dari pengunjung dapat didasarkan oleh beberapa faktor. Faktor demografis merupakan suatu populasi yang didasarkan pada jumlah masyarakat yang ada di suatu masyarakat, struktur masyarakat (meliputi jenis kelamin dan generasi) [2]. Karakteristik dari demografis berguna untuk membedakan segmen yang dapat membedakan pengambilan keputusan [3]. Faktor demografi memiliki peran yang signifikan dalam memengaruhi perilaku konsumen [4]. II. LANDASAN TEORI A. Ecotourism Ecotourism, yang juga dikenal dengan ekowisata, merupakan bagian dari pariwisata berkelanjutan dan berpotensi menjadi segmen penting dalam industri pariwisata [5]. Ecotourism didefinisikan sebagai tourism directed towards exotic natural environments, intended to support conservation effort and observe wildlife [6]. Artinya, ecotourism hadir sebagai alternatif pariwisata konvensional, dimana wisatawan lebih mengutamakan aspek konservasi dan keindahan alam dari suatu situs wisata. Definisi ecotourism telah dipopulerkan sebelumnya sebagai kegiatan kunjungan ke daerah alam yang tidak tercemar dengan tujuan khusus untuk mempelajari, mengagumi, dan menikmati pemandangan serta budaya yang ada. Ecotourism dikembangkan dalam rangka pengendalian kerusakan kawasan konservasi dan hutan lindung. Di Indonesia sendiri, dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 33 Tahun 2009, ecotourism didefinisikan sebagai kegiatan wisata alam di daerah yang bertanggung jawab dengan memperhatikan unsur pendidikan, pemahaman, dan dukungan terhadap usaha-usaha konservasi sumber daya alam, serta peningkatan pendapatan masyarakat lokal [7]. Terdapat beberapa situs-situs ecotourism populer di Indonesia seperti Pulau Komodo dan Taman Nasional Meru Betiri, lebih lengkapnya, pada Tabel 1 ditampilkan beberapa situs-situs ecotourism populer di Indonesia beserta wilayahnya. Ecotourism di masa depan diproyeksikan dapat membantu meringankan beban negara berkembang seperti Indonesia dan Analisis Tabulasi Silang pada Situs Ecotourism Indonesia: Studi Kasus di Kab. Banyuwangi I Gusti Ayu Pramoedya Maharani, Satria Fadil Persada dan Bahalwan Apriyansyah Departemen Manajemen Bisnis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) e-mail: sfpersada@gmail.com I brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Jurnal Sains dan Seni ITS