Seminar Nasional Cendekiawan ke 4 Tahun 2018 ISSN (P) : 2460 - 8696 Buku 1: ”Teknik, Kedokteran Hewan, Kesehatan, Lingkungan dan Lanskap“ ISSN (E) : 2540 - 7589 483 ANALISIS TINGKAT KEBISINGAN TERHADAP KESEHATAN PEKERJA, DI PT. SEMEN PADANG, SUMATERA BARAT Muchamad Irvan Zulmi 1) , Melati Ferianita Fachrul 2) , Pramiati Purwaningrum 3) 1) Jurusan Teknik Lingkungan, FALTL E-mail: irvan803@gmail.com Abstrak Proses produksi di PT Semen Padang terdiri dari beberapa area kerja yaitu area Cement Mill, area Preheater, area Silo Cement, area Coal Mill, area Pregrinder, area Boiler, area Conveyor Klinker, area Silo Klinker, dan area Conveyor. Dimana semua area tersebut menggunakan mesin yang dapat menimbulkan bising. Area penelitian dibagi atas 15 titik sampling. Pengambilan sampel dilakukan selama 2 minggu menggunakan Sound Level Meter (dBA). Nilai Ambang Batas mengacu pada Peraturan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi No 13/Men/X/2011 yaitu sebesar 85 dBA. Hasil penelitian tingkat kebisingan yang melebihi NAB terdapat 9 titik pengukuran yaitu Cement Mill titik 1 sebesar 86,0 dBA, Preheater titik 2 sebesar 89,2 dBA, Cement Mill titik 3 sebesar 88,4 dBA, Preheater titik 4 sebesar 89,5 dBA, Silo Cement titik 5 sebesar 88,7 dBA, Pregrinder titik 7 sebesar 89,7 dBA, Boiler titik 8 sebesar 87,3 dBA, Silo Cement titik 11 sebesar 88,8 dBA, dan Cement Mill titik 15 sebesar 88,8 dBA. Pada analisis hubungan paparan bising terhadap pekerja dari kusioner dengan jumlah 82 respondendidapati hasil paparan kebisingan terhadap gangguan mudah stress 39,0%, gangguan pendengaran 36,6%, gangguan sakit kepala 26,8%, dan peningkatan tekanan darah 14,6%. Saran yang diberikan adalah melakukan rotasi kerja sesuai PerMenaker No 13 Tahun 2011. Kata kunci: Analisis Paparan, Kebisingan, Kesehatan Pekerja, PT Semen Padang 1. Pendahuluan PT Semen Padang merupakan perusahaan teknis yang menspesialisasikan diri dalam bidang produksi. Pada setiap pekerjaan yang dilakukan oleh PT Semen Padang ini harus memperhatikan kesehatan serta keselamatan para pekerja. Dalam proses produksi PT. Semen Padang menggunakan mesin-mesin canggih dalam efisiensi proses produksinya. Suara yang dikeluarkan oleh mesin-mesin produksi ini dapa menyebabkan gangguan pendengaran dan konsentrasi para pekerja jika tidak ditunjang oleh Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis untuk mengetahui tingkat resiko keselamatan dan kesehatan kerja dan kebisingan pada proses produksi sehingga dapat dilakukan tindakan pengendalian yang tepat. Tujuan penelitian Tugas Akhir ini adalah untuk menganalisis resiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja dari Kebisingan terhadap Pekerja pada Proses Produksi di PT. Semen Padang. 2. Tinjauan Pustaka Kebisingan yaitu semuasuara yang tidak dikehendaki yang bersumber dari alat- alat proses produksi dan atau alat-alat kerja pada tingkat tertentu yang dapat menimbulkan gangguan pendengaran. (Keputusan Menteri Tenaga Kerja No 13/2011). kebisingan di lingkungan kerja dapat menyebabkan risiko seperti gangguan stress, percepatan denyut nadi, peningkatan tekanan darah dan penurunan motivasi kerja (Kunto, 2008). Nilai Ambang Batas (NAB) kebisingan sebagai faktor bahaya ditempat kerja adalah standar sebagai pedoman pengendalian agar tenaga kerja masih dapat menghadapinya tanpa mengakibatkan penyakit atau gangguan kesehatan dalam bekerja sehari-hari agar tidak melebihi waktu 8 jam sehari dan 5 hari kerja seminggu atau 40 jam dalam seminggu (Suma’mur, 2009).