Jurnal Ilmiah Pro Guru, Volume 4 Nomor 3, Juli 2018 ISSN: 24422525 290 PENINGKATAN KEMAMPUAN MENJALANKAN APLIKASI PENGGOLAH ANGKA MELALUI PENGGUNAAN VIDEO INTERAKTIF BERBASIS WEB-BLOG Siti Rosyidah SMP Negeri 2 Probolinggo, Jalan Dr. Moch. Saleh No.7 Probolinggo E_mail: sitirosyidah30@gmail.com Abstrak: Penerapkan media pembelajaran inovatif melalui penggunaan video interaktif berbasis web-blog ini mampu menambah minat belajar peserta didik dan memudahkan mereka dalam menjalankan aplikasi pengolah angka. Penelitian dilakukan dalam 2 siklus dengan 2 kali pertemuan setiap siklusnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan tindakan hasil belajar peserta didik meningkat dari ketuntasan klasikal 61,11% pada siklus I menjadi 80,56% pada siklus II. Sedangkan nilai rata-rata kelas dari 70,44 pada siklus I meningkat menjadi 82,11 pada siklus II. Hasil belajar tersebut telah melampaui batas KKM yakni 76 dengan prosentase ketuntasan minimal 75%. Kata Kunci: Menjalankan aplikasi pengolah angka, video interaktif berbasis web-blog PENDAHULUAN Dunia pendidikan nasional terus berbenah dan berinovasi seiring pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi di era globalisasi. Penguasaan teknologi dalam hal penggunaan sebuah software komputer khususnya aplikasi pengolah angka telah menjadi tuntutan dunia kerja. Hal ini menuntut kualitas pembelajaran di sekolah harus mampu menghasilkan keahlian yang relevan dengan tuntutan tersebut dunia kerja tersebut. Untuk menguasai sebuah program pengolah angka, maka peserta didik harus mampu menjalankan seluruh perintah program dan membuat syntax rumus dengan tepat agar running formula perhitungan menjadi benar dan akurat. Kegiatan pembelajaran pun harus menekankan pada metode demonstrasi dan repetisi praktek yang benar dan terarah serta dikemas secara menarik, bermakna, dan berpusat pada aktifitas peserta didik (student center). Namun pada kenyataannya, masih banyak peserta didik yang pasif, kegiatan belajar mengajar kurang interaktif, dan pembelajaran terkesan ‘selesai’ di dalam ruang kelas saja. Selain itu, hasil belajar peserta didik pun belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan yakni 76 dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 75 %, Di sisi lain, kini tantangan guru adalah dihadapkan pada pengajaran peserta didik generasi era milenial. Mereka adalah anak-anak yang hidup di jaman yang serba canggih dan tak lepas dari pengaruh internet. Ketertarikan mereka dalam melihat tampilan audio visual dengan gambar bergerak, berwarna, dan menarik untuk dilihat lebih besar dibandingkan sekedar menelaah tulisan statis pada buku konvensional.