14
Resepsi Atas Dokumentasi Opera Minangkabau Malin
Nan Kondang: Suatu Kajian Penonton Teater Pemula
Novia Mustika
1
, Wendy HS
2
, Dede Pramayoza
3
1,2,3
Jurusan Seni Teater,Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Padangpanjang
dedepramayoza.neo@gmail.com, katawendy@gmail.com
Copyright ©2023, The authors. Published by Program Studi Seni Teater Fakultas Seni Pertunjukan ISI Padangpanjang
Submitted: 22 Juni 2022; Revised:3 Februari 2023; Accepted: 18 Maret 2023; Published: 20 Maret 2023
ABSTRAK
KEYWORDS
Opera Minangkabau Malin Nan Kondang merupakan perpaduan antara pertunjukan
drama, tari, musik serta seni visual, yang berangkat dari kaba Malin Kundang, sebuah
cerita rakyat dari Sumatera Barat tentang seorang anak bernama Malin yang durhaka
kepada ibunya, hingga dikutuk menjadi batu. Berkebalikan dengan versi kaba itu,
Opera Minangkabau Malin Nan Kondang mengisahkan tentang kesetian dan
pengorbanan Malin, baik kepada Ibunya, maupun kepada kekasihnya, Nilam.
Penelitian ini menjadikan resepsi penonton pemula sebagai objek formal, yang
ditujukan untuk melihat tanggapan atas struktur atau tekstur pertunjukan, yang
disaksikan melalui dokumentasi. Data dikumpulkan melalui teknik kuisioner,
pengamatan langsung, yang diteruskan dengan teknik wawancara. Analisis data
penelitian diarahkan untuk melihat tiga hal dari penonton pemula, yakni: (1) horizon
harapan; (2) reaksi tubuh; dan (3) pengaruh segmentasi. Berdasarkan ketiga hal
tersebut, diformulasikan suatu kesimpulan umum, yakni resepsi penonton pemula.
Penelitian menunjukkan bahwa aspek struktur (alur, karakter dan tema) lebih
menarik perhatian penonton pemula ketimbang tektur pertunjukan (suasana, dialog
dan spektakel, baik itu musik, tarian, kostum, rias, maupun pencahayaan).
Kecenderungan untuk lebih menanggapi stuktur ketimbangan tekstur pertunjukan ini
melalui dokumentasi menunjukkan bahwa bagi penonton pemula aspek cerita lebih
menarik perhatian ketimbang aspek tontonan. Namun pada saat yang sama, terbukti
pula bahwa pihan gaya pertunjukan yang dinamakan „Opera Minangkabau‟ ini
cenderung efektif untuk menyampaikan cerita kepada penonton pemula.
Penonton
Teater
Opera Minangkabau
Resepsi
Dokumentasi
ABSTRACT
KEYWORDS
The Minangkabau Opera Malin Nan Kondang combines drama, dance, music, and
visual arts performances, departing from the kaba Malin Kundang, a folklore from
West Sumatra about a boy named Malin who is disobedient to his mother and is
cursed to turn to stone. Contrary to the kaba version, Opera Minangkabau Malin
Nan Kondang tells about Malin's loyalty and sacrifice to his mother and lover, Nilam.
This research treats the reception of novice audiences as a formal object intended to
see responses to the structure or texture of the performance, which is witnessed
through documentation. Data was collected through questionnaires, direct
observation, and interview techniques. Research data analysis is directed to see three
things from the novice audience, namely: (1) the horizon of expectations; (2) body
reaction; and (3) the segmentation effect. Based on these three things, a general
conclusion is formulated, namely the reception of the novice audience. Research
shows that structural aspects (plot, characters, and themes) attract more beginner
audiences than the performance's texture (atmosphere, dialogue, and spectacle, be it
music, dance, costumes, make-up, or lighting). The tendency to respond more to the
structure than the texture of this performance through documentation shows that for
novice audiences, the story aspect is more interesting than the spectacle aspect. But
at the same time, it has also been proven that this performance style, called
'Minangkabau Opera,' tends to be effective in conveying stories to novice audiences.
Audience
Theater
Minangkabau Opera
Reception
Documentation
This work is licensed
under a Creative
Commons Attribution
4.0 International
License