Value : Jurnal Manajemen dan Akuntansi p-ISSN : 1979-0643 Volume 16 Nomor 1 e-ISSN : 2685-7324 172 Mengelola Kinerja Tim Engineering: Dari Iklim Kecerdasan Emosional hingga Team Efficacy Nelson Silitonga 1 Muhammad Johan 2 Masduki Asbari 3 Dhaniel Hutagalung 4 Dewiana Novitasari 5 1 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Insan Pembangunan Email: nelsonsilitonga76ueu@gmail.com 2 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Insan Pembangunan Email: johanm29@yahoo.com 3 STMIK Insan Pembangunan Email: kangmasduki.ssi@gmail.com 4 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Insan Pembangunan Email: dhanielhutagalung@gmail.com 5 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Insan Pembangunan Email: dhewiediosa@yahoo.co.id Abstrak Berdasarkan Social Cognitive Theory (SCT), penelitian ini mendalilkan karakteristik tim dan faktor lingkungan sebagai pendorong utama kinerja tim (team performance). Dalam model yang diusulkan dari studi ini, kinerja tim dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh dua prediktor (yaitu, team efficacy dan iklim kecerdasan emosional). Demikian juga, perencanaan tim kerja berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja tim. Data dikumpulkan dari 157 kuesioner yang dikembalikan dari sampel yang diambil secara random sampling dari karyawan engineering sebuah perusahaan manufaktur di Indonesia. Data dianalisis menggunakan metode SEM dengan software SmartPLS 3.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa team efficacy dan iklim kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap perencanaan tim kerja dan kinerja tim. Demikian juga perencanaan tim kerja berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja tim. Selain itu, pengujian empiris penelitian ini, dengan menyelidiki para teknisi engineering yang bekerja di industri manufaktur Indonesia, melengkapi penerapan teori kognitif sosial dalam memahami kinerja tim. Terakhir, implikasi manajerial tentang kinerja tim dan open problem di masa depan dibahas pada akhir laporan penelitian. Kata kunci : Iklim kecerdasan emosional, kinerja tim, perencanaan tim kerja, team efficacy. PENDAHULUAN Sebuah tim dalam organisasi mewakili sekelompok individu pegawai yang menganggap diri mereka sebagai kumpulan sosial yang dapat diidentifikasi dalam suatu organisasi (Richter et al., 2005). Kerjasama dalam tim telah mendapat banyak perhatian dari psikolog sosial dan organisasi, karena hal itu membawa manfaat penting bagi karyawan dan organisasinya, seperti menyediakan cara yang efektif untuk mengumpulkan ide-ide kreatif, meningkatkan komunikasi antarpribadi, meningkatkan semangat tim, memfasilitasi perencanaan tim, dan meningkatkan kinerja tim (misal, O'Leary & Mortensen (2010)). Literatur sebelumnya mengungkapkan bahwa kinerja tim tetap menjadi masalah abadi dan penting bagi banyak praktisi dan akademisi (Levy et al., 2003). Sebuah teori kunci yang telah menghasilkan minat yang cukup besar sebagai alasan untuk menjelaskan kinerja tim adalah teori kognitif sosial/social cognitive theory (SCT) dari Bandura (Prusia & Kinicki, 1996). SCT Bandura's (1986) adalah teori yang memberikan wawasan tentang perilaku masyarakat dan kinerja mereka. Menurut SCT, karyawan memiliki system organisasi yang memungkinkan mereka untuk melakukan tindakan pengendalian atas pikiran, perasaan, dan tindakan mereka (Tsai et al., 2009). Sistem ini menyediakan mekanisme referensi dan seperangkat sub-fungsi untuk memahami, mengatur, dan mengevaluasi perilaku, yang dihasilkan dari interaksi antara sistem dan sumber pengaruh lingkungan (Tsai et al., 2009). SCT telah banyak digunakan dalam berbagai disiplin ilmu dan pengaturan praktis dan telah menerima dukungan empiris dari penelitian sebelumnya tentang masalah tim yang terus