E-ISSN : 2579-9258 Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika P-ISSN: 2614-3038 Volume 07, No. 1, December 2022 -March 2023, pp. 604-614 604 Pengembangan Bahan Ajar Digital untuk Pembelajaran Hybrid pada Mata Kuliah Teori Grup Elah Nurlaelah 1 , Eyus Sudihartinih 2 , Sumanang Muhtar Gozali 3 1, 2 Pendidikan Matematika, FPMIPA, Universitas Pendidikan Indonesia, Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Indonesia 3 Matematika, FPMIPA, Universitas Pendidikan Indonesia, Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Indonesia elah_nurlaelah@upi.edu Abstract This study aims to develop digital-based modules in the Group Theory course. This was done because during the COVID-19 pandemic, learning was carried out in a virtual face-to-face manner. After the pandemic is over, the learning model that allows it to be implemented is hybrid. In addition, currently there is a student exchange between study programs between universities (MBKM activities) which is one of the policies of the Minister of Education and Culture. To facilitate these activities digital-based teaching materials/digital modules are needed. This study used the Research and development (R&D) method in which teaching materials were created and the effectiveness of a teaching material design scheme was tested. The research produced teaching materials (modules) for 14 meetings, PPT for 14 meetings, 14 learning videos for 14 meetings, seven infographics, six audio media, examples of UTS questions, examples of UAS questions, and copyright infographic teaching materials. Keywords: digital modules, hybrid learning, group theory, MBKM, literature studies Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul berbasis digital pada mata kuliah Teori Grup. Hal ini dilakukan karena selama pandemic COVID-19 pembelajaran dilaksanakan secara tatap maya. Setelah pandemi berakhir, model pembelajaran yang memungkinkan dilaksanakan adalah secara Hybrid. Di samping itu saat ini sedang berjalan pertukaran mahasiswa antar program studi antar universitas (kegiatan MBKM) yang merupakan salah satu Kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Untuk memfasilitasi kegiatan tersebut diperlukan bahan ajar berbasis digital/Modul digital. Penelitian ini menggunakan metode Research and development (R&D) di mana menciptakan bahan/materi ajar dan diuji keefektifan dari sebuah skema rancangan bahan ajar. Dari penelitian telah dihasilkan bahan ajar (modul) untuk 14 pertemuan, PPT untuk 14 pertemuan, 14 video pembelajaran untuk 14 pertemuan, infografis sebanyak tujuh buah, media audio sebanyak enam buah, contoh soal UTS, contoh soal UAS, dan hak cipta bahan ajar infografis. Kata kunci: modul digital, hybrid learning, teori grup, MBKM, studi literatur Copyright (c) 2023 Elah Nurlaelah, Eyus Sudihartinih, Sumanag Muhtar Gozali Corresponding author: Elah Nurlaelah Email Address: elah_nurlaelah@upi.edu (Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Indonesia) Received 29 November 2022, Accepted 10 February 2023, Published 28 February 2023 DoI: https://doi.org/10.31004/cendekia.v7i1.1954 PENDAHULUAN Peserta didik saat ini dikategorikan sebagai generasi digital native (Suleha et al., 2020) sehingga perlunya pengembangan bahan ajar berbasis digital di era sekarang. Karena bahan ajar berbasis digital dapat memfasilitasi karakteristik dan gaya belajar generasi digital (Smaragdina et al., 2020). Bahan ajar digital dapat menyajikan beberapa jenis media (teks, gambar, audio, animasi, dan video), serta memberikan keleluasan bagi peserta didik untuk berinteraksi dengan materi pada bahan ajar (Faisal et al., 2020). Langkah-langkah pengembangan bahan ajar digital yang didasarkan pada pendapat Prastowo yaitu sebagai berikut (Faisal et al., 2020). Pertama, judul diambil dari pokok bahasan berdasarkan ukuran materi. Kedua, petunjuk pembelajaran ditulis dengan jelas dan mudah dipahami sehingga