75 Kajian Akumulator Beberapa Tumbuhan Air Dalam Menyerap Logam Berat Secara Fitoremediasi Irhamni 1 , Setiaty Pandia 2 , Edison Purba 3 , Wirsal Hasan 4 1 Fakultas Teknik, Universitas Serambi Mekkah, Banda Aceh 2 Fakultas Teknik Kimia, Universitas Sumatera Utara, Medan 3 Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan 4 Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sumatera Utara, Medan Corresponden e-mail: irhamni.icut@yahoo.co.id Abstrak. Indonesia memiliki keanekaragaman hayati tanaman yang potensial yang dapat digunakan sebagai tanaman yang mempunyai kemampuan untuk mendegradasi dan mengakumulasi logam berat (hiperaccumulator). Tumbuhan hiperakumulator adalah tumbuhan yang mempunyai kemampuan untuk mengkonsentrasikan logam di dalam biomassanya dalam kadar yang luar biasa tinggi. Penyerapan dan akumulasi logam berat oleh tumbuhan dapat dibagi menjadi tiga proses yaitu penyerapan logam oleh akar, translokasi logam dari akar ke bagian tumbuhan lain, dan lokalisasi logam pada bagian sel tertentu untuk menjaga agar tidak menghambat metabolisme tumbuhan tersebut. Pemulihan lahan tercemar oleh logam berat secara biologi dengan menggunakan tanaman (ftoremediasi). Maka peneliti tertarik mengkaji tentang kajian akumulator tumbuhan air dalam menyerap beberapa logam berat dengan menggunakan metode teknik fotoremediasi. Hasil penelitian tumbuhan air yang dapat dijadikan tumbuhan akumulator dalam memyerap logam berat yaitu tumbuhan Typha latifolia menyerap logam Cr, Hg, tumbuhan Eichornia crassipes menyerap logam Cr, Hg, tumbuhan Salvinia molesta , tumbuhan Hydrilla verticillata menyerap logam Hg, tumbuhan Ipomea aquatic menyerap logam Hg, tumbuhan hias lidah mertua memyerap logam Pb. Rata rata tumbuhan air dalam menyerap logam berat banyak terdapat pada bagian akar. Tanaman air hyperaccumulator ini telah berevolusi melalui struktur dan fsiologinya, yaitu membentuk jaringan lakuna atau aerenkhima didalam akar dan batangnya untuk pertukaran materi dari bagian batang ke akar. Saat ini walaupun teknologi ftoremidiasi belum banyak diterapkan dalam pemulihan pencemaran tanah dan air, kedepan diharapkan akan menjadi teknologi pembersih lingkungan yang potensial dengan keanekaragaman hayati tanaman di Indonesia yang dapat digunakan sebagai tanaman hiperakumulator, sehingga program pembangunan yang berkelanjutan (sustainable develeopment) dapat tercapai. Kata Kunci: Akumulator, Tumbuhan Air, Logam Berat, dan Fitoremidiasi Abstract. Indonesia has the potential of plant biodiversity that can be used as a plant that has the ability to degrade and accumulate heavy metals (hiperaccumulator). Hiperakumulator plants are plants that have the ability to concentrate the metals in the biomass levels are unusually high. Absorption and accumulation of heavy metals by plants can be divided into three processes, namely the metal absorption by the roots, metal translocation from roots to other plant parts, and localization of the metal at the particular cell to keep not inhibit the metabolism of the plant. Restoration of land contaminated by heavy metals in biology by using plants (phytoremediation). So researchers interested in the study examines accumulator aquatic plants to absorb heavy metals using fotoremediasi techniques. The results of the study of aquatic plants that can be used as plant accumulator in memyerap heavy metals namely plants Typha latifolia absorb Cr, Hg, plants Eichornia crassipes absorb Cr, Hg, plant Salvinia molesta, plant Hydrilla verticillata absorb Hg, plant Ipomea aquatic absorb Hg, ornamental plants memyerap Pb tongue-in- law. Average water plants to absorb heavy metals found in many parts of the roots. Hyperaccumulator aquatic plants have evolved through the structure and physiology, which form a network of lacunae or aerenkhima in roots and stems for the exchange of material from the trunk to the roots. Currently fitoremidiasi although technology has not been widely applied in the recovery of soil and water pollution, the future is expected to be a potential environmental cleaning technology with plant biodiversity in Indonesia that could be used as a plant hiperakumulator, so that the program of sustainable development (sustainable develeopment) can be achieved. Keywords: Accumulator, Water Plant, Heavy Metal, and Fitoremidiation