MODEL KEBIJAKAN MIXED SCANNING DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA CIANJUR SELATAN Yaya Mulyana 1 , Abu Huraerah 2 , Rudi Martiawan 3 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan Email: mulyana_yaya@yahoo.com ABSTRAK Pariwisata telah tumbuh secara spektakuler sebagai sektor andalan di berbagai negara dalam mendapatkan devisa dan pertumbuhan ekonomi, termasuk Indonesia. Demikian juga untuk salah satu daerah di Indonesia, Kabupaten Cianjur yang memiliki berbagai tempat wisata menarik dan banyak dikunjungi oleh wisatawan seperti Cipanas. Pariwisata di Kabupaten Cianjur tidak hanya di Cianjur Utara tetapi juga di Cianjur Selatan memiliki potensi wisata yang sangat potensial. Namun sayangnya manajemen belum optimal sehingga potensinya belum dieksplorasi. Oleh karena itu, penelitian ini akan menguji sejauh mana model formulasi kebijakan pariwisata yang inkremental, elitis dan rasional dirasakan secara komprehensif terhadap model pemindaian campuran dalam mengembangkan pariwisata Cianjur Selatan. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif untuk mengeksplorasi objek yang diteliti. Jenis data yang digunakan adalah data dalam bentuk wawancara, sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumusan kebijakan yang ada belum dapat secara optimal meningkatkan kinerja sektor pariwisata. Kata kunci: Model Formulasi Kebijakan, Pengembangan Pariwisata dan Pemerintah Daerah. PENDAHULUAN Tidak dapat dipungkiri bahwa pariwisata Indonesia memiliki banyak keunggulan kompetitif dan komparatif. Kementerian Pariwisata RI telah memproyeksikan pada tahun 2019 industri pariwisata akan menjadi penghasil devisa terbesar di Indonesia, yaitu sebesar US $20 miliar atau sekitar Rp300 triliun. Sehingga diharapkan, masuknya devisa tersebut akan berdampak langsung kepada perbaikan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Pada tahun 2019 ini, pemerintah menargetkan sektor pariwisata Indonesia dapat menjadi yang terbaik di kawasan ASEAN dengan pesaing utama adalah Thailand dengan pendapatan lebih dari US $40 miliar atau sekitar Rp 600 triliun. Menurut data World Travel & Tourism Council (W TTC) tahun 2018, kekuatan pariwisata Indonesia sudah berhasil menempati peringkat ke-9 di dunia, peringkat ke-3 (ketiga) di Asia, dan peringkat ke-1 di Asia Tenggara. Peringkat tersebut didasarkan pada penilaian terhadap 4 indikator penilaian, yaitu: (1) total PDB perjalanan & turisme, (2) belanja pengunjung asing (ekspor pengunjung), (3) belanja domestik, dan (4) investasi modal pada sektor perjalanan & wisata. Selain itu, berdasarkan data Lonely Planet, Indonesia masuk peringkat ke-7 (ketujuh) negara terbaik untuk liburan tahun 2019. Sebuah situs pemandu perjalanan asal Inggris, Rough Guides juga telah melansir daftar 20 negara terindah di dunia pada tahun 2019 ini dan Indonesia berhasil menempati peringkat ke-6 (keenam) negara terindah di dunia. Tidak dapat dibantah lagi bahwa sektor pariwisata menjadi salah satu sektor andalan dalam meningkatan pendapatan dari devisa khususnya bagi daerah yang memiliki potensi pariwisata ini sehingga selain dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah tetapi juga berdampak pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat di