P-ISSN: 1858-2281; E-ISSN: 2442-3998
Geoid Vol. 17, No. 2, 2022, (152-168)
152
Analitik Visual Dampak Pemanfaatan Lahan Terhadap Kemacetan Lalu Lintas Melalui Data
Crowdsourced dan Citra Penginderaan Jauh di Kawasan Peri-Urban Kota Yogyakarta
Visual Analytics of the Impact of Land Utilization Against the Traffic Congestion Using Crowdsourced and Remotely
Sensed Data in the PeriUrban Area Of Yogyakarta City
Syaiful Muflichin Purnama*, Trias Aditya
Magister Teknik Geomatika FT-UGM Jln. Grafika No. 2 Yogyakarta
*Korespondensi penulis: syaiful.m@mail.ugm.ac.id
Diterima: 26042021; Diperbaiki: 11012022; Disetujui: 17012022; Dipublikasi: 10042022
Abstrak: Hasil survei oleh INRIX Research tahun 2017 Kota Yogyakarta menduduki peringkat ke-60 dunia sebagai
kota termacet secara global dan nomor 4 di Indonesia. Kemacetan diakibatkan volume komuter dalam jumlah besar
yang berasal dari peri-urban. Informasi kemacetan menjadi salah satu fenomena sehari-hari yang marak di media
sosial. Informasi kemacetan disampaikan dalam bentuk pesan teks, dan gambar, dengan atau tanpa informasi lokasi
(geolokasi) melalui beragam media, salah satunya Twitter. Informasi kemacetan lalu lintas diperoleh melalui data
crowdsourced dengan metode web scrapping API Twitter tahun 2013-2020, sedangkan perubahan penggunaan dan
pemanfaatan lahan diperoleh melalui Citra Satelit SPOT-6 dan SPOT-7 tahun 2013-2016. Berdasarkan laporan
kemacetan lalu lintas hasil web scraping Twitter, diperoleh jumlah laporan kemacetan antara tahun 2013 sampai
dengan tahun 2020 sebanyak 20.351 dengan durasi waktu paling tinggi pada pukul 16.00-17.00 WIB dan kondisi
paling lengang pada jam 23.00-24.00 WIB. Adapun perubahan lahan dari tahun 2013-2016 sebesar 1% atau seluas
1,814 Ha. Hasil analisis kemacetan yang disajikan dalam tampilan Heat-maps dan Space-time Cube (STC).
Copyright © 2022 Geoid. All rights reserved.
Abstract: Based on results of a survey by INRIX Research in 2017 the city of Yogyakarta was ranked 60th in the world
as the most congested city globally and ranked 4th in Indonesia. Congestion is caused by the large volume of
commuters coming from peri-urban areas. Information on local congestion is one of the consistent hot topics on social
media. Traffic jam information can be conveyed in the form of text messages, and images, which are either geolocated
or not, for example through Twitter app. Traffic congestion information was obtained through crowdsourced with the
Twitter API web scrapping method in 2013-2020, while changes in land use and use were obtained through SPOT-6
and SPOT-7 Satellite Imagery in 2013-2016. Based on traffic jam reports from Twitter web scraping, the number of
traffic jam reports between 2013 and 2020 was 20,351 with the highest time duration at 16.00-17.00 WIB and the
quietest conditions at 23.00-24.00 WIB. The land change from 2013-2016 was 1% or an area of 1,814 Ha. The results
of the congestion analysis presented in the Heat-maps and Space-time Cube (STC).
Kata kunci: Crowdsourced, Penginderaan Jauh, Heat-maps, Space-time Cube (STC)
Cara untuk sitasi: Purnama, S.M., & Aditya, T. (2021). Analitik Visual Dampak Pemanfaatan Lahan Terhadap
Kemacetan Lalu Lintas Melalui Data Crowdsourced dan Citra Penginderaan Jauh di Kawasan Peri-Urban Kota
Yogyakarta. Geoid, 17(2), 152 - 168.
Pendahuluan
Menurut Sumadi (2006) dalam konteks lalu lintas, kemacetan merupakan kondisi dimana lalu litas di jalan
raya mulai tidak stabil, kecepatan menurun relatif cepat yang diakibatkan oleh adanya hambatan yang timbul
dan kebebasan gerak yang relatif sedikit. Menurut survei yang dilakukan oleh INRIX Research tahun 2017
Kota Yogyakarta menduduki peringkat ke-60 dunia secara global sebagai kota termacet dan nomor 4 di
Indonesia setelah Jakarta, Bandung dan Malang. (Prastiti.O dan Wildan.R, Maret 31, 2018).