Jurnal Kalwedo Sains (KASA). September 2020 Volume 1, Nomor 2 ISSN: 2722-6964 (online) 70 Kondisi Ekologis Riparian Dan Sungai Lowatag Bagian Hulu, Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara Ratna Siahaan 1) , Nio Song Ai 2) , Henny L. Rampe 3) , Meigita Mokoginta 4) 1*,2,3,4 Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sam Ratulangi,Manado 1* Corresponding Author e-mail: ratnasiahaan@unsrat.ac.id Abstrak Riparian merupakan ekoton yang terletak ekosisem akuatik sungaidan ekosistem teresterial. Riparian memiliki berbagai fungsi ekologis. Vegetasi riparian berperan penting dalam menjalankan fungsi ekologis riparian tersebut. Kondisi ekologis riparian Sungai Lowatag perlu dipertahankan agar fungsi dan manfaat Sungai Lowatag dapat berkelanjutan. Penelitian berujuan untuk mengamati kondisi ekologis riparian dan Sungai Lowatag di bagian hulu. Penelitian dilakukan pada musim kemarau Agusus-September 2020.Hasil penelitian menunjukkan kondisi ekologis riparian dan Sungai Lowatag masih tergolong baik meskipun mengalami tekanan akibat pola perubahan tata guna lahan. Kata kunci: kondisi ekologis, vegetasi riparian, Sungai Lowatag Abstract Riparian is an ecotone between aquatic ecosystem of river and terrestrial ecosystem. Riparianhas various ecological functions. Riparian vegetation plays an important role in carrying out the ecological function of riparian. The riparian ecological condition of the Lowatag River needs to be maintained so that the functions and benefits of the Lowatag River can be sustained. This research aimed to observe the ecological conditions of upper part of riparian and Lowatag River. The research was conducted in the dry season from August to September 2020. The results showed that ecological conditions of riparian and Lowatag River were still classified as good even though they were under pressure due to land use change patterns. Keywords: Ecological conditions, riparian vegetation, Lowatag River Received: 3 Agsutus 2020 Accepted: 2 September 2020 © 2020 Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Pattimura-MBD A. PENDAHULUAN Kualitas air sungai yang memenuhi baku mutu kualitas air sangat dibutuhkan oleh manusia. Kualitas air sugai yang baik juga akan menjamin keberlanjutan keidupan organisma akuatik, riparian maupun teresterial. Kualitas air sungai yang baik ini perlu dipertahankan. Selain sebagai habitat bagi berbagai organisma (Mitsch and Gosselink, 1993; Sparks, 1995; Jones et al., 1999), vegetasi riparian memiliki berbagai fungsi antara lain mempertahankan kualitas air sungai (Tourbier, 1994; Hawes dan Smith, 2005), mempertahahankan suhu air (Kocher, 2007; Mitsch and Gosselink, 1993), dan mengendalikan erosi tebing sungai (Hawes dan Smith, 2005), serta sebagai sumber materi organik (Pozo et al., 1997; Jones et al., 1999). Fungsi ekologis vegetasi riparian yang sangat penting tersebut seiring dengan pertambahan penduduk mengalami tekanan yang pada akhirnya fungsi tersebut dapat menurun atau bahkan hilang. Salah satu akibat perubahan vegetasi riparian yaitu pertanian di tepian sungai atau zona riparian. Definisi zona riparian adalah area di tepian kiri dan kanan sungai yang masih dipengaruhi oleh air sungai. Kebutuhan lahan di daerah pedesaan menyebabkan riparian yang terdekat dengan sungai menjadi area yang paling mudah dialihfungsikan menjadi lahan pertanian dan permukiman.