Media Elektrika, Vol.12, No.2, Desember 2019 (p-ISSN: 1979-7451, e-ISSN: 2579-972X) Ekstraksi Ciri Epilespsi Pada Rekaman …. | 93 http://jurnal.unimus.ac.id EKSTRAKSI CIRI EPILEPSI PADA REKAMAN EEG BERDASARKAN CIRI RATA-RATA, STANDARDEVIASI, MINIMAL DAN KURTOSIS Siswandari Noertjahjani 1 , Aisyah Lahdji 2 , ZainalMuttaqin 3 , Yuriz Bakhtiar 4 1 Program Studi Teknik Elektro, Universitas Muhammadiyah Semarang 2 Program Studi Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Semarang 3,4 Program Studi Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang Email: siswandari@unimus.ac.id ABSTRAK Epilepsi sering dihubungkan dengan disabilitas fisik, disabilitas mental, dan konsekuensi psikososial yang berat bagi penyandangnya. Penyakit epilepsi yang tidak ditangani segera dapat merusak otak. EEG digunakan untuk merekam otak dan membedakan pola sinyal EEG epilepsi dan normal diperlukan suatu ciri untuk masing masing pola. Ciri yang akan dipakai untuk mewakili sinyal EEG berasal dari 4 ciri statistik yaitu rata-rata, standar deviasi, minimal, kurtosis dengan 11 elektroda FP1, FP2, F7, F3, T7,T8 , Pz, O1, O2, P3, P4. Hasil menunjukkan nilai standar deviasi pada penyandang epilepsi lebih tinggi dari pada ciri rata- rata, minimal dan kurtosis Kata Kunci : rata-rata, standar deviasi, normal, epilepsy, minimal 1. PENDAHULUAN Epilepsi didefinisikan sebagai kumpulan gejala dan tanda-tanda klinis yang muncul disebabkan gangguan fungsi otak secara intermiten, yang terjadi akibat lepasnya muatan listrik abnormal atau berlebihan dari neuron-neuron secara paroksismal dengan berbagai macam etiologi (Kumar, 2014; Mierlo, 2014; Dazi, 2016). Manifestasi serangan atau bangkitan epilepsi secara klinis dapat dicirikan sebagai gejala yang timbulnya mendadak, hilang spontan, dan cenderung untuk berulang. Sedangkan gejala dan tanda- tanda klinis tersebut sangat bervariasi dapat berupa gangguan tingkat penurunan kesadaran, gangguan sensorik (subjektif), gangguan motorik atau kejang (objektif), gangguan otonom (vegetatif), dan perubahan tingkah laku (psikologis). Semuanya itu tergantung dari letak fokus epileptogenesis atau sarang epileptogen dan penjalarannya sehingga dikenal bermacam jenis epilepsy. Diagnosa epilepsi adalah dengan menyaksikan secara langsung terjadinya serangan, namun