Gadjah Mada Journal of Professional Psychology, Volume 7, Number 1, 2021: (page 86-100) E-ISSN 2407-7798 https://jurnal.ugm.ac.id/gamajpp DOI: 10.22146/gamajpp.65320 1 Address for correspondence: keshiasawitri@gmail.com 86 Validasi Modul “MISI” untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Komunikasi Kesehatan Reproduksi pada Remaja Validation of “MISI” to Improve the Knowledge and Communication Skills about Adolescent Reproductive Health Maria Goretti Keshia Sawitri 1 , Ira Paramastri 2 1,2 Fakultas Psikologi, Universitas Gadjah Mada Submitted 16 April 2021 Accepted 5 May 2021 Published 31 May 2021 Abstract. The increasing number of adolescents risk behaviors and its impacts are concerning. Those behaviors and conditions cause physical and psychological effects. Because adolescence is one of the most critical phase in the lifespan, parents are expected to be their primary support system and one of the most important resources to deliver the knowledge. Yet, there are many parents who do not give their children sexual education. Some of parents lack the knowledge while others feel ashamed and do not communicate openly with their children. The “MISI” module was designed to improve parental knowledge and communication skills on delivering sexual education to their adolescent children (9 15 years old). The research used one group pretest-posttest design. The participants of this research consisted of 8 individuals. The pretest and posttest data was analyzed using Wilcoxon Sign-rank Test and descriptive data. The result showed that there was significant difference both on knowledge score (with z = -2.536 and p-value = 0.011 (p<0.05) and communication skills score (z = -2.541 and p-value = 0.012 (p<0.05)). Based on these results, MISI module can improve parental knowledge and communication skills on delivering sexual education to their adolescent children. Keywords: adolescents, communication, parents, sexual education, validation Abstrak. Banyaknya kasus perilaku seksual berisiko dan dampaknya pada remaja menimbulkan perhatian. Dampak dari hal tersebut bermacam-macam, mulai dari dampak fisik hingga psikologis. Fase remaja merupakan fase yang krusial untuk menuju dewasa. Orang tua diharapkan dapat menjadi figur pendamping utama untuk dapat menyampaikan pendidikan kesehatan reproduksi dan seksual. Meski demikian, orang tua kerap tidak memberikan informasi mengenai hal tersebut. Penyebabnya karena kurangnya pengetahuan, menganggap hal itu tabu, hingga komunikasi yang tidak terbuka dengan anak. Modul “MISI” bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan komunikasi orang tua dalam menyampaikan topik tersebut pada anak mereka yang beranjak remaja, berusia 9 sampai 15 tahun. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode one group pretest-posttest design kepada delapan partisipan. Data hasil variabel pengetahuan dan keterampilan dianalisis menggunakan Wilcoxon Sign- rank Test dan data deskriptif. Hasil pengujian menunjukkan menunjukkan variabel pengetahuan memiliki nilai z = -2,536 sedangkan p-value sebesar 0,011 (p<0,05), sedangkan keterampilan komunikasi memiliki nilai z = -2,541 dan p-value sebesar 0,012 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa modul MISI secara signifikan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan komunikasi orang tua dalam menyampaikan materi kesehatan reproduksi pada anak. Kata kunci: kesehatan reproduksi; komunikasi; orang tua; remaja; validasi