JURNAL REKAYASA DAN MANAJEMEN SISTEM INDUSTRI VOL. 2 NO. 6 TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS BRAWIJAYA 1202 PENGENDALIAN PERSEDIAAN SUKU CADANG MESIN PRODUKSI PADA DEPARTEMEN MAINTENANCE DENGAN PENDEKATAN PERIODIC REVIEW (R, s, S) SYSTEM (Studi Kasus di PT. Adi Putro Wirasejati) THE INVENTORY CONTROL OF MACHINE PRODUCTION’S SPAREPARTS IN MAINTENANCE DEPARTMENT BY USING PERIODIC REVIEW (R, s, S) SYSTEM APPROACH (Case Study: PT. Adi Putro Wirasejati) Ridha Wirardy Purubaya 1) , Purnomo Budi Santoso 2) , Ratih Ardia Sari 3) Jurusan Teknik Industri Universitas Brawijaya Jalan MT. Haryono 167, Malang, 65145, Indonesia E-mail: ridha.lsai@gmail.com 1) , budiakademika@yahoo.com 2) , rath.ardia@ub.ac.id 3) Abstrak PT. Adi Putro Wirasejati merupakan salah satu perusahaan karoseri di Indonesia yang bergerak dalam bidang pembentukan body bus dan minibus. Permasalahan terjadi pada PT. APW adalah keterlambatan waktu perbaikan kerusakan mesin dan ketidaksesuaian jadwal perawatan mesin karena tidak adanya perencanaan dan prakiraan data historis. Hal ini menyebabkan kebutuhan replacement tidak dapat dipenuhi. Suku cadang dengan kecepatan pemakaian yang paling besar dalam penelitian ini adalah Skun Kabel SCG-5, Seal Regulator CO2, Bearing 608 NTN, Skun 2,5 mm B, dan O Ring 39453. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka dibutuhkan usulan mengenai kebijakan persediaan suku cadang dengan mempertimbangkan service level yang tinggi dengan biaya yang proporsional dengan perhitungan menggunakan pendekatan periodic review (R, s, S) system. Setelah melakukan perbandingan antara kebijakan existing dan kebijakan yang diusulkan, langkah yang dilakukan adalah mengembangkan prototype sistem informasi manajemen persediaan suku cadang mesin produksi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan dengan pendekatan (R, s, S) system dapat dipertimbangkan oleh perusahaan sebagai kebijakan yang lebih baik daripada kebijakan existing karena terjadi peningkatan nilai service level dengan penurunan dan peningkatan total biaya. Selain itu, hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah prototype dari sistem informasi manajemen persediaan suku cadang mesin produksi berbasis periodic review (R, s, S) system yang menunjang kegiatan dan kebijakan mengenai pengendalian persediaan suku cadang pada departemen maintenance PT. APW. Kata kunci: database, maintenance, pengendalian persediaan, periodic review (R, s, S) system, prototyping. 1. Pendahuluan Manajemen persediaan adalah kegiatan yang berhubungan dengan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan penentuan kebutuhan material sedemikian rupa sehingga di satu pihak kebutuhan operasi dapat dipenuhi pada waktunya dan di lain pihak investasi persediaan material dapat ditekan secara optimal (Indrajit dan Djokopranoto, 2005). Dari pengertian tersebut dapat diketahui bahwa persediaan sangat penting artinya bagi suatu perusahaan karena berfungsi untuk mempertahankan jumlah optimum material dan parts yang dimiliki perusahaan untuk memenuhi kebutuhan pada waktu dan tempat yang dibutuhkan (Voris, 1960). Akan tetapi persediaan juga merupakan biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan sehingga jumlah dari persediaan harus ditentukan dan dikendalikan dengan baik. Oleh karena itu, setiap perusahaan perlu mengendalikan jumlah persediaan agar optimal dan dapat menjamin kelancaran proses produksi. PT. Adi Putro Wirasejati (PT. APW) sebagai perusahaan karoseri yang bergerak dalam bidang pembentukan body kendaraan bus atau minibus memiliki kebijakan pengendalian persediaan suku cadang yang ditangani oleh departemen maintenance. Kebijakan pengendalian persediaan suku cadang yang diterapkan dianggap masih kurang efektif dan efisien. Hal tersebut dikarenakan pengadaan persediaan suku cadang di PT. APW dilakukan ketika perusahaan membutuhkan suku cadang saat itu tanpa adanya perencanaan dan prakiraan data historis. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana mengusulkan kebijakan persediaan suku cadang dengan mempertimbangkan service level yang tinggi dengan biaya yang proporsional. Dari sistem yang diamati dalam penelitian ini terjadi permasalahan pada pengadaan suku cadang