Jurnal PEPADU e-ISSN: 2715-9574 Online http://jurnal.lppm.unram.ac.id/index.php/jurnalpepadu Vol. 1 No. 1, Januari 2020 74 Modal Sosial Untuk Meningkatkan Pengetahuan Dan Kepedulian Pemuda Dalam Pembangunan Perdesaan Di Desa Gondang Maya Atri Komalasari * , Lalu Wiresapta Karyadi, Dwi Setiawan Chaniago, Oryza Pneumatica Inderasari Program Studi Sosiologi Universitas Mataram, Mataram, Indonesia; Kata Kunci: Modal Sosial, Pemuda, Pembangunan Perdesaan Abstrak: Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian pemuda terhadap berbagai potensi desa. Sosialisasi mengenai modal sosial dilakukan pada para pemuda di Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Sosialisasi diawali dengan memaparkan modal sosial dan kegunaannya dalam berbagai aspek bidang kehidupan. Sosialiasi juga memberikan gambaran dan contoh penerapan modal sosial yang dilakukan pemuda dalam pembangunan perdesaan. Sosialisasi mengenai modal sosial sebagai program pengabdian ini ditujukan untuk dapat meningkatkan pengetahuan dan kepedulian para pemuda di Desa Gondang terhadap berbagai potensi desa secara khusus dan mendorong peningkatan partisipasi pemuda dalam pembangunan, secara umum. Hasil dari program pengabdian masyarakat ini adalah teridentifikasinya potensi desa yakni terkait dengan lingkungan yakni pengelolaan sampah. Pemuda memiliki kesadaran untuk terlibat dalam pembangunan desa melalui program pengelolaan sampah dengan adanya rencana jangka menengah dengan mendirikan bank sampah dan jangka panjang dengan mengelola desa wisata. Hambatan atau tantangan yang dihadapi dalam proses pembangunan perdesaan yakni kesadaran masyarakat desa setempat tentang kebersihan lingkungan yang masih kurang dan Karang Taruna Desa Gondang yang kurang aktif terlebih pasca Gempa Lombok tahun 2018 lalu. Korespondensi: mayaatrikomalasari@unram.ac.id PENDAHULUAN Pemuda adalah salah satu kompenen penting dalam struktur warga negara di seluruh dunia. Begitupun yang terjadi di Indonesia. Pemuda memiliki tempat dan peran tersendiri. Lebih khusus, bahkan di Indonesia selalu diidentikan dengan pemuda sebagai pemegang tonggak estafet kepemimpinan selanjutnya. Atau terdapat istilah yang sangat populer bahwa pemuda adalah masa depan suatu bangsa. Pemuda selalu diidentikan sebagai generasi penerus suatu bangsa. Hal ini terkandung adanya dua sudut pandang yang berbeda. Satu sisi hal tersebut merupakan tantangan yang harus ditaklukan pemuda. Namun di sisi lain hal tersebut dapat menjelma menjadi suatu beban bagi pemuda jika tidak mampu menghadapinya. Dalam era ini, dimana globalisasi menyebar ke seluruh dunia tanpa kecuali termasuk pula masuk di perdesaan. Berbagai hal dalam aspek kehidupan pun banyak yang mengalami perubahan. Termasuk persoalan tentang peluang kerja di era globalisasi. Era globalisasi membuat berbagai peluang kerja baru lahir seperti seputar peluang kerja bidang teknologi informasi. Namun di saat yang sama globalisasi juga berdampak pada tingkat persaingan