Fair Value : Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan Volume 5, Number 3, 2022 P-ISSN: 2622-2191 E-ISSN : 2622-2205 Open Access: https://journal.ikopin.ac.id/index.php/fairvalue 1542 Pengaruh modal, jam kerja, dan lama usaha terhadap pendapatan UMKM counter pulsa di Kecamatan Pace Siti Nurul Hidayah 1 , Sri Dwi Estiningrum 2 UIN Satu Tulungangung 1 sitinurull507@gmail.com , 2 sdestiningrum@gmail.com Info Artikel ABSTRAK Sejarah artikel: Diterima 28 Juli 2022 Disetujui 17 Oktober 2022 Diterbitkan 25 Oktober 2022 Salah satu permintaan yang kini muncul diakibatkan globalisasi dan kemajuan teknologi, dimana kini masyarakat mulai akrab dengan teknologi smartphone ialah layanan pembelian pulsa. Untuk dapat bertahan ditengah persaingan usaha yang ketat, terlebih lagi jika pesaing memiliki SDM dan penerapan teknologi yang lebih baik, maka pelaku UMKM counter pulsa yang sudah ada lebih dulu dibandingkan perusahaan star up sudah seharusnya memiliki modal yang kuat agar dapat mempertahankan eksistensi dan konsumennya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modal, jam kerja, dan lama usaha terhadap pendapatan UMKM counter pulsa berada di Kecamatan Pace. Penelitian ini meruakan penelitian kuantitatif dengan data yang digunakan ialah data primer dan data sekunder. Instrumen penelitian ini ialah kuesioner. Hasil dari penelitian ini yaitu variabel modal, lama kerja, dan lama usaha memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan UMKM counter pulsa di Kecamatan Pace. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan semakin besar modal dan semakin lama kerja dan usaha maka semakin tinggi pula pendapatan UMKM counter pulsa yang berada di Kecamatan Pace. Kata kunci: Modal; Jam kerja; Lama usaha; Pendapatan counter pulsa; UMKM ABSTRACT Keywords : Capital; Working hours; Length of business; Income counter pulses;SME One of the demands that are now emerging due to globalization and technological advances, where people are now starting to become familiar with smartphone technology is the credit purchase service. To be able to survive in the midst of intense business competition, especially if competitors have better human resources and application of technology, the existing credit counter MSMEs compared to start-up companies should have strong capital in order to maintain their existence and consumers. This study aims to determine the effect of capital, working hours, and length of business on the income of UMKM counter pulses located in Pace District. This research is a quantitative research with the data used are primary data and secondary data. The research instrument is a questionnaire. The results of this study are the variables of capital, length of work, and length of business have a positive and significant influence on the income of UMKM counter pulses in Pace District. From the results of these studies, it can be concluded that the greater the capital and the longer the work and business, the higher the income of UMKM counter pulses in Pace District. ©2022 Penulis. Diterbitkan oleh Program Studi Akuntansi, Institut Koperasi Indonesia. Ini adalah artikel akses terbuka di bawah lisensi CC BY NC (https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/) PENDAHULUAN UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) memiliki peran vital terhadap perokonomian negara Indonesia. Menurut Sofyan (2017) di dalam jurnalnya yang berjudul “Peran UMKM” menyebutkan bahwa UMKM merupakan pemeran utama dalam perekonomian nasioanl. Selain sebagi pencipta lapangan kerja bagi masyarakat, UMKM juga berperan untuk meciptakan pasar baru serta berkontribusi terhadap PDB dan neraca pembayaran. Di era globalisasi ini, UMKM terus mengalami perkembangan dan semakin bervariasi. Pelaku UMKM akan terus berusaha untuk memenuhi permintaan pasar (Budiarto et al., 2018; Iskandar & Febriyantoro, 2019). Salah satu permintaan yang kini muncul diakibatkan globalisasi dan kemajuan teknologi, dimana kini masyarakat mulai akrab dengan teknologi smartphone ialah layanan pembelian pulsa (Febriani & Dewi, 2019; Widarti et al., 2018). Menurut KBBI Pulsa adalah satuan dalam perhitungan biaya telepon. Tempat yang menyediakan layanan untuk membeli pulsa biasa disebut oleh masyarakat dengan nama kios atau counter pulsa (Olly et al., 2015). Maraknya penggunaan smarthphone oleh masyarakat di Indonesia menjadikan usaha untuk mendirikan counter pulsa terlihat sangat menjanjikan. Smartphone atau ponsel pintar itu sendiri kini bukan hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi telah dijadikan sebagai gaya hidup atau lifestyle, trend, dan prestis (Putra, 2015). Berdasarkan data dari situs resmi Kemenkominfo, tercatat pada tahun