Mimin Trianus dan Novi Sunu Sri Giriwati, Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Kampung Tenun di Sulaa Kota Baubau 93 MINTAKAT Jurnal Arsitektur, Volume 21 Nomor 2, September 2020, 93-103, p-ISSN 1411-7193|e-ISSN 2654-4059 PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN KAMPUNG TENUN DI SULAA KOTA BAUBAU Mimin Trianus 1 dan Novi Sunu Sri Giriwati 2 1 Arsitektur Lingkungan Binaan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya, Malang, 2 Arsitektur Lingkungan Binaan, Universitas Brawijaya, Malang, *minttrianus96@gmail.com ABSTRAK Pemukiman Sulaa merupakan kampung tenun yang menjadi penghasil kain tenun khas buton terbesar di Kota Baubau. Untuk mengembangkan Kampung Tenun Sulaa ini pemerintah kota Baubau maupun pemerintah provinsi memberdayakan dan melibatkan masyarakat dengan bekerja sama pihak swasta. Dalam penelitian ini kegiatan kerjasama tersebut menjadi kasus dalam melihat tingkat partisipasi masyarakat. Kegiatan yang direncanakan meliputi kegiatan proyek pendirian galeri tenun, bangsal tenun, dan pengecatan rumah masyarakat Sulaa. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Data dihasilkan dari observasi dan wawancara mendalam kepada tokoh-tokoh penting. Analisis deskriptif merupakan hasil triangulasi sumber data dan dikonfirmasikan dengan konsep- konsep partisipasi. Dalam proyek pembangunan galeri tenun dan bangsal tenun, masyarakat Sulaa tidak turut dilibatkan dalam mendiskusikan ide desain, masyarakat hanya mampu sebatas membuat pengajuan proposal pengadaan wadah untuk tenun yaitu bentuk partisipasi pasif, sedangkan dalam merevitalisasi atau kegiatan pengecatan rumah, masyarakat Sulaa turut dilibatkan untuk berbuat sesuai dengan ide mereka untuk mengecat rumah mereka sendiri, dan membentuk kelompok khusus untuk melukis pada dinding rumah yaitu ditemukan bentuk partisipasi mobilization dalam pelaksanaan. Hasilnya pemberdayaan masyarakat penghasil tenun Buton di Baubau terlihat pada manfaat ekonomi bagi masyarakat berupa meningkatnya jual beli masyarakat luar dan meningkatnya pemesanan sarung tenun khas Buton. Kata kunci: partisipasi masyarakat, pengembangan, Kampung Tenun Sulaa ABSTRACT Sulaa settlement is a weaving village which is the largest producer of -woven fabrics in Buton, Baubau City. To develop this Sulaa Tenun Village, the Baubau government and the provincial government empower and involve the community by cooperating with the private sector. In this study, this collaborative activity becomes a case in seeing the level of community participation. The planned activities include the construction of a weaving gallery, a weaving ward, and painting of Sulaa people's houses. The research was conducted using a qualitative descriptive method. Data generated from observations and in-depth interviews with important figures. Descriptive analysis is the result of triangulation of data sources and confirmed by the concepts of participation. In the weaving gallery construction project and the weaving ward, the Sulaa community was not involved in discussing design ideas, the community was only able to make proposals for the procurement of containers for weaving, namely a form of passive participation, while in revitalizing or painting houses, the Sulaa community was also involved to act accordingly. with their idea to paint their own house, and forming a special group to paint on the walls of the house, namely finding a form of mobilization participation in the implementation. The results of the empowerment of Buton weaving-producing communities in Baubau can be seen in the economic benefits for the community in the form of increased buying and selling for outsiders and an increase in orders for Buton woven sarongs. Keywords: community participation, development, village weaving Sulaa.