1 INTERFERENSI PADA RUBRIK AKTUAL MAJALAH KARTINI EDISI OKTOBER–DESEMBER 2009 Desy, Laurensius Salem, Agus Syahrani Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Untan Email: desi142020@gmail.com Abstract This study provides a description of the types of interference and factors in the Actual rubric of Kartini Magazine October–December 2009 edition, as well as their implementation in learning Indonesian at school. This research is useful theoretically and practically. The theory used in this study is a sociolinguistic study. This research method is descriptive qualitative. Based on the data analysis, this study resulted in a conclusion (1) the type of interference obtained the amount (102) of data; (2) the factors that cause the interference of regional languages and foreign languages are the bilingualism of the speech participants, the low loyalty of the recipient language users, the need for synonyms, and the prestige of the source language and style of language; (3) the implementation of research results on lesson plans can be applied in junior high schools in identifying and analyzing news texts, class VII (odd) using the 2013 curriculum teaching. Keywords: interference, Kartini Magazine, Implementation. PENDAHULUAN Majalah Kartini merupakan media cetak yang menyampaikan informasi seputar peristiwa maupun kisah wanita Indonesia sebagai informan utamanya. Adapun informasi yang dimuat seperti gaya hidup, inspirasi gaya atau model pakaian, kecantikan bahkan cerita pendek. Majalah ini juga dikenal karena memuat berita mingguan yang secaraberkelanjutan dengan memuat beberapa rubrik informasi seperti aktual atau esklusif, kisah sejati, wisata, profil, serta tetap yang diterbitkan oleh PT Kartini Cahaya Lestari. Peneliti menggunakan majalah Kartini sebagai sumber data dalam proses pengkajian penelitian ini. Peneliti tertarik berdasarkan pertimbangan sebagai berikut: (1) majalah Kartini memiliki perbedaan dengan majalah lain dalam pengemasan bahasa di dalam beritanya yaitu terdapat unsur- unsur bahasa asing dan dialek Jakarta yang bercampur dengan bahasa Indonesia yang terkesan dapat merusak padanan kata dalam bahasa Indonesia.; (2) majalah Kartini merupakan salah satu majalah wanita yang cukup digemari karena banyak memberikan informasi yang dapat menambah informasi dan kreativitas bagi pembacanya walaupun secara spesifik pengemasan ragam bahasa masih terdapat kekeliruan.; dan (3) majalah Kartini menggunakan ragam bahasa formal namun memiliki interferensi bahasa asing dan bahasa lokal dialek Jakarta, adapun hal ini perlu ada analisa terhadap penggunaan kosakata tersebut. Penulisan majalah Kartini cenderung memiliki tulisan formal dan terdapat juga perpaduan unsur bahasa asing dan dialek Jakarta di dalam penulisannya, ini merupakan peristiwa yang teksesan sengaja sebagai gaya penulisan dengan pengunaan dua bahasa atau lebih oleh jurnalis majalah Kartini di dalam suatu ruang lingkup