Vol 5, No 2, Maret 2023; 366-381; doi.org/10.38189/jtbh.v5i2.302 ISSN 2654-5691 (online); 2656-4904 (print) Available at: e-journal.sttberitahidup.ac.id/index.php/jbh Copyright© 2023; Jurnal Teologi Berita Hidup, ISSN 2654-5691 (online), 2656-4904 (print)|366 Pelayanan Pencegahan dan Penyembuhan Penyakit di Gereja Sebelum dan Selama Pandemi Covid-19 Sony Kristiantoro 1 sony.kristiantoro@uksw.edu Abstract So far, one form of service that is usually carried out by the Pentecostal-Charismatic Church (GP-K) is the Healing Ministry, although it still feels a bit foreign to the Mainstream Church (GM). The purpose of writing is to describe a comparison of understanding and practice that occurs in terms of healing ministry between the two churches so that the best things can be explored in them. The research method used is a qualitative research method, through observation and literature study, both in the Mainstream Church and the Pentecostal- Charismatic Church. The conclusion obtained is that the Church can make good and planned services, create, or compile a responsible theology of healing, form a Team and empower the talents of all members of the congregation to be involved, and strive for the church to become a community of healers. It is believed that these things can be effective tools for witnessing and mutual strengthening among congregations during the Covid-19 Pandemic and after. Keywords: prevention and healing services; sick/illness; mainstream church (GM) & Pentecostal-Charismatic church (GP-K); Covid-19 pandemic Abstrak Selama ini satu bentuk pelayanan yang biasa dilakukan oleh Gereja Pentakostal-Kharismatik (GP-K) adalah Pelayanan Penyembuhan (Healing Ministry), walaupun masih agak terasa asing bagi Gereja Mainstream (GM). Tujuan penulisan adalah memaparkan perbandingan pemahaman dan praktik yang terjadi dalam hal pelayanan penyembuhan di antara kedua gereja sehingga dapat digali hal-hal terbaik di dalamnya. Metode penelitian yang dipakai adalah metode penelitian kualitatif, melalui observasi dan studi pustaka, baik itu yang terjadi di kalangan Gereja Mainstream maupun Gereja Pentakostal-Kharismatik. Kesimpulan yang diperoleh adalah bahwa Gereja bisa membuat pelayanan yang baik dan terencana, membuat atau menyusun teologi penyembuhan yang bertanggungjawab, membentuk Tim dan memberdayakan talenta semua warga jemaat untuk terlibat, dan mengupayakan gereja untuk menjadi komunitas penyembuh. Hal-hal tersebut diyakini bisa menjadi sarana efektif bagi kesaksian dan saling menguatkan di antara jemaat pada masa Pandemi Covid-19 dan sesudahnya. Kata-kata kunci: pelayanan pencegahan dan penyembuhan; sakit/penyakit; Gereja Mainstream (GM) & Gereja Pentakostal-Kharismatik (GP-K); pandemi Covid-19 1 Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga