75 Meningkatkan Percaya Diri dan Hasil Belajar Siswa melalui Pengembangan Modul Mata Pelajaran Memberikan Pelayanan kepada Pelanggan Berbasis Guided Inquiry Siti Junaida Heny Kusdiyanti Maziatul Churiyah Prodi Pendidikan Administrasi Perkantoran Universitas Negeri Malang E-mail: sitijunaida30@gmail.com; henykusdiyanti@yahoo.com; maziatul_c@yahoo.com Abstract : This research is aimed at generating module and determine the feasibility of the module, the difference in learning outcomes, as well as differences confidence of students who use the modules with students who do not use the module Providing Services to Customers Based Guided Inquiry. This research method using the 4D model of Thiagarajan, et al. through four stages, namely to define, design, develop, and disseminate. The results showed a very valid and worthy module used in learning. In addition, it was also the average difference in student learning outcomes experimental class and control class, namely 87.96 and 77.94. The results of the analysis of overall confidence also shows that there are differences in the level of confidence of students in the experimental class control class. Keyword : modules, guided inquiry, providing services to customers, confident, learning outcomes Abstrak: Penelitian ini bertujuan menghasilkan modul dan mengetahui tingkat kelayakan modul, perbedaan hasil belajar, serta perbedaan percaya diri siswa yang menggunakan modul dengan siswa yang tidak menggunakan modul Memberikan Pelayanan kepada Pelanggan Berbasis Guided Inquiry. Metode penelitian ini menggunakan model 4D dari Thiagarajan, dkk. melalui 4 tahapan, yaitu mendefinisikan, merancang, mengembangkan, dan menyebarluaskan. Hasil penelitian menunjukkan modul sangat valid dan layak digunakan dalam pembelajaran. Selain itu, diketahui juga perbedaan rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol, yaitu 87,96 dan 77,94. Hasil analisis percaya diri secara keseluruhan juga menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pada tingkat percaya diri siswa pada kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Kunci kunci: modul, guided inquiry, memberikan pelayanan kepada pelanggan, percaya diri, hasil belajar Pendidikan adalah salah satu bagian penting dalam proses pembangunan bangsa. Mulyasa (2009:20) mengungkapkan, “Secara mikro pendidikan nasional bertujuan membentuk manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, beretika (beradab dan berwawasan budaya bangsa Indonesia), memiliki nalar (maju, cakap, cerdas, kreatif, inovatif dan bertanggung jawab), berkemampuan komunikasi sosial (tertib dan sadar hukum, kooperatif dan kompetitif, demokratif), dan berbadan sehat sehingga menjadi manusia mandiri . Dengan terbentuknya sumber daya manusia yang berkompeten, diharapkan mampu membantu proses pembangunan bangsa agar dapat tercapai secara optimal di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era globalisasi. Oleh karena itu, semua elemen pendidikan mulai dari pemerintah, guru, peserta didik, dan wali murid harus saling bekerjasama untuk mendukung tercetaknya sumber daya manusia yang berkualitas tinggi agar dapat bersaing dalam dunia usaha/industri. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan suatu lembaga pendidikan formal yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guna menyiapkan peserta didik sebagai sumber daya manusia yang terampil, terdidik, dan siap terjun kedunia usaha dan atau industri. Di SMK, peserta didik juga ditanamkan untuk memiliki etos kerja profesional serta mampu mengembangkan diri sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara cepat dan tepat. SMK Cendika Bangsa merupakan brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Portal Jurnal Elektronik Universitas Negeri Malang