E-ISSN : 2579-9258 Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika P-ISSN: 2614-3038 Volume 05, No. 03, November 2021, pp. 3222-3238 3222 Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Ditinjau dari Gaya Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Karawang Barat Zahrani Dhea Safitri 1 , Asih Miatun 2 1, 2 Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Ilmu Pendidikan, Univesitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka, Jl.Tanah Merdeka, Jakarta, Indonesia zahranidheas@gmail.com Abstract This study to aimed analyze students' mathematics critical thinking skills. The research method uses descriptive qualitative. The subject of this study were students with visual, auditorial, and kinaesthetic learning style, and selected using purposive sampling technique. Mathematical critical thinking skills tests and learning style questionnaires. Data were analysed using a reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed; (1) students' mathematical critical thinking skills with visual learning style are very good, because they were able to fulfill the indicators, interpretation, analysis, evaluation, and inference; (2) the students' mathematical critical thinking ability with auditory learning style is good, because they were able to fulfill the indicators, analysis, evaluation, and inference, but the interpretation in explaining is still incomplete; and (3) students' mathematical critical thinking skills with kinesthetic learning style are quite good, because they weren’t able have not been able to achieve indicators, analysis and evaluation. Students with visual learning styles have very good critical thinking skills, because they are better in explain mathematical concepts visually before solving math problems. In this case, students with auditory and kinaesthetic learning styles still have the potential to develop critical thinking skills. Keywords: analysis, learning styles, critical thinking Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa yang mempunyai gaya belajar auditorial, visual, serta kinestetik serta dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrument pada penelitian ini menggunakan tes kemampuan berpikir kritis matematis dan angket gaya belajar. Analisis data yang dipergunakan ialah penyajian data, reduksi data, serta pengambilan kesimpulan. Teknik triangulasi dilakukan guna melakukan uji keabsahan data. Hasil penelitian membuktikan; (1) kemampuan berpikir kritis matematis siswa bergaya belajar visual sangat baik, karena mampu memenuhi indikator yakni, evaluasi, analisis, interpretasi, dan inferensi; (2) kemampuan berpikir kritis matematis siswa bergaya belajar auditorial baik, karena mampu memenuhi indikator yakni, evaluasi, analisis, dan inferensi, tetapi untuk interpretasi dalam menjelaskan masih kurang lengkap; dan (3) kemampuan berpikir kritis matematis siswa bergaya belajar kinestetik cukup baik, karena belum mampu mencapai indikator yaitu, analisis dan evaluasi. Siswa dengan gaya belajar visual mempunyai kategori sangat baik dalam kemampuan berpikir kritis matematis, karena lebih mampu mengjelaskan konsep matematika secara visual sebelum menyelesaikan permasalahan matematika. Dalam hal ini, siswa yang bergaya belajar auditorial dan kinestetik tetap mempunyai potensi mengembangkan kemampuan berpikir kritis matematis. Kata Kunci: analisis, gaya belajar, kemampuan berpikir kritis Copyright (c) 2021 Zahrani Dhea Safitri, Asih Miatun Corresponding author: Zahrani Dhea Safitri Email Address: zahranidheas@gmail.com (Jl. Tanah Merdeka, Jakarta, Indonesia) Received 06 July 2021, Accepted 21 July 2021, Published 04 November 2021 PENDAHULUAN Berdasarkan peraturan kementerian kebudayaan dan pendidikan Nomor 20 tahun 2016 salah satu standar kompetensi lulusan yang perlu terpenuhi oleh siswa jenjang sekolah dasar dan menengah yaitu keterampilan/kemampuan berpikir kritis (Kemendikbud, 2016) . Selain itu kemampuan berpikir kritis juga sebagai suatu kemampuan yang harus dimiliki di abad ke 21 ini (Basri et al., 2019; Harjo et al., 2019). Hal ini menjadi fokus penting bagi pelaksanaan pendidikan di sekolah menengah khususnya di sekolah menengah pertama. Kowiyah (2016) menjelaskan bahwa, matematika diberikan di jenjang