Humanitas Vol. 6 No. 3, Desember 2022, hal. 301 - 314 p-ISSN 2407-2532, e-ISSN 549-4325 301 Hubungan antara Work-Family Conflict dan Neuroticsm dengan Work Engagement dan Burnout Pada Guru Christina Maria Indah Soca Retno Kuntari Fakultas Psikologi, Universitas Kristen Maranatha, Bandung, Indonesia e-mail: socark@gmail.com Abstract This study aims to determine the relationship between Work-Family Conflict, Neuroticism with Work Engagement, and Burnout in teachers. Work-family conflict is a conflict between roles in work and family. The neurotic personality trait has personality traits that are easily anxious, temperamental, self-pitiful, emotional, prone to stress, and sensitive to criticism. Work engagement is a positive state of mind, while burnout is psychological fatigue that arises due to conflict or pressure at work. A purposive sampling technique was used in this study. The respondents of this study consisted of 108 high school teachers. The results of this study indicate that work-family conflict and neurotic personality have a negative relationship with work engagement. This study found that there was no relationship between work-family conflict and burnout. Furthermore, no relationship was found between neuroticism and burnout in high school teachers. Keywords: work-family conflict, neuroticism, work engagement, burnout Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Work-Family Conflict dan Personality Traits dengan Work Engagement dan Burnout pada guru di Bandung. Work family conflict adalah konflik antar peran dalam pekerjaan dan keluarga. Personality trait neuroticsm memiliki ciri kepribadian yang mudah cemas, temperamental, mengasihani diri, emosional, rentan terhadap stres, dan peka pada kritik. Work-engagement merupakan suatu kondisi pikiran yang positif, sedangkan burnout adalah kelelahan psikologis yang muncul karena adanya konflik atau tekanan dalam bekerja. Tehnik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Responden penelitian ini berjumlah 108 guru SMA. Hasil penelitian ini menunjukkan baik work family conflict maupun neuroticsm berhubungan negatif dengan work-engagement. Penelitian ini tidak menemukan hubungan antara work family conflict dengan burnout. Selanjutnya tidak terdapat hubungan antara neuroticsm dan burnout pada guru. Kata kunci: work-family conflict, neuroticism, work engagement, burnout I. Pendahuluan Selama pandemi covid-19 kebijakan pemerintah adalah melakukan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah guna meningkatkan keselamatan dan kesehatan para pekerja dan memutus rantai penyebaran virus. Kebijakan bekerja dari rumah, juga disertai dengan kebijakan untuk belajar dari dari rumah bagi pelajar dan mahasiswa. Dengan demikian guru sebagai tenaga pengajar pun harus menjalankan proses belajar mengajar di rumah secara daring. Meskipun berada dalam kondisi pandemi, pendidikan tetap harus berjalan mengingat perannya yang sangat penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dalam proses pendidikan baik secara luring maupun daring, guru memegang peranan yang penting. Menjalankan aktivitas bekerja dan belajar dari rumah tentu berbeda dengan situasi mengajar dan belajar di sekolah. Disamping itu aktivitas di rumah pun menjadi aktif karena