Jurnal Medika Veterinaria Februari 2019, 13 (1):65-71 P-ISSN: 0853-1943; E-ISSN: 2503-1600 doi:https://doi.org/10.21157/j.med.vet.v1 1i1.4218 Isolation of Streptococcus sp from horse dental caries in Aceh Tengah Regency Darniati 1 , Sagasias Ahmad 2 , Erina 1 , M. Daud AK 1 , Darmawi 1 , Fakhrurrazi 1 , M. Isa 3 1 Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh 2 Program Studi Pendidikan Dokter Hewan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh 3 Laboratorium Biokimia Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh Email : darnizain@gmail.com ABSTRACT A Dental caries are the tooth decay as a result of bacterial activity. Caries caused by acids from bacterial metabolism that dissolving the mineral in enamel and dentine. Caries were a disease that often occurs in racehorses in Central Aceh District. The purpose of this study was to detect the existence of the Streptococcus sp in the horse dental caries in Aceh Tengah Regency. The caries samples taken from 8 horse in Aceh Tengah Regency. The samples were collected from teeth and cultured in Nutrient Broth (NB) media and further were cultured on selective media TSY20B. Bacterial identification was conducted by observing the bacteria’s morphology, Gram staining and biochemical test. The eight samples of the horse dental caries showed that Streptococcus sp could be isolated from all of the collected samples. From this research it could be concluded that Streptococcus sp bacteria was found in the horse dental caries and it was one of the causes of the dental caries. Key words: Aceh Tengah Regency, caries, horse, and Streptococcus sp. PENDAHULUAN Latar belakang Kuda telah lama dikenal dan dimanfaatkan oleh manusia sebagai sumber daging, alat transportasi dan kemudian berkembang menjadi hewan yang digunakan sebagai hobi serta sarana olahraga (Blakely dan Bade, 1994). Saat ini, populasi kuda di Indonesia mulai mengalami penurunan. beberapa faktor penyebab terjadinya penurunan jumlah populasi adalah akibat adanya infeksi penyakit, dan pengalihan fungsi kuda sebagai alat transportasi oleh kendaraan bermotor (Parakkasi, 2006). Soehardjono (1990), menyebutkan bahwa kuda lokal di Indonesia pada awalnya dikelompokkan ke dalam dua jenis, yaitu kuda Batak dan kuda Sandel (Sandelwood). Kuda batak hidup di dataran tinggi Tapanuli (Sumatera Utara). Kuda sandel atau kuda timor terdapat di wilayah Indonesia bagian Timur. Beberapa jenis kuda lokal Indonesia memiliki nama yang berbeda di berbagai daerah seperti kuda gayo, kuda batak, kuda briangan, kuda Jawa, kuda Sulawesi, kuda Sumbawa, kuda Flores, kuda sandel dan kuda Timor. Kuda gayo merupakan kuda lokal yang terdapat di Kabupaten Aceh Tengah, Kuda gayo dimanfaatkan masyarakat sebagai kuda pacu. Permasalahan yang sering dihadapi oleh peternak kuda di kabupaten Aceh tengah adalah turunnya produktivitas akibat berkurangnya nafsu makan pada kuda. Kurangnya perawatan dan penumpukan sisa-sisa makanan menyebabkan munculnya karies pada gigi. Pembentukan karies menyebabkan kuda mengalami anoreksia. Selain itu, adanya karies juga menyebabkan kuda merasa sakit saat dilakukan pemasangan alat kekang dan sangat mengganggu aktifitas kuda saat perlombaan pacuan kuda. Bakteri yang sangat berperan pada proses terjadinya karies gigi adalah Streptococcus sp, Staphylococcus sp, Lactobacillus. Streptococcus sp sering diisolasi dari karies pada lesi yang dalam. Bakteri Streptococcus sp paling umum ditemukan pada gigi sehingga dinyatakan sebagai penyebab utama pada proses perusakan gigi. Streptococcus sp yang paling sering ditemukan adalah Streptococcus mutans (Nomura dkk, 2004). Penelitian ini dilakukan untuk mendeteksi bakteri Streptococcus sp pada karies gigi kuda yang merupakan salah satu penyebab utama karies gigi.