[VOLUME: 03 NOMOR 02 Oktober 2018] ISSN : 2460-9684 107 Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana ACQUIRED HEMOPHILIA A PADA WANITA PENDERITA DIABETES Diterima: 25-03- 2018 ◦ Disetujui: 18-10-2018 http://dx.doi.org/10.21460/bikdw.v3i2.108 Wiwiek Probowati, Mardiah Suci Hardanti 1 Bagian Haematologi Onkologi Medik, Bagian Penyakit Dalam Universitas Gadjah Mada, Rumah Sakit Umum Pusat Sardjito Yogyakarta Korespondensi: wiwiekprobowati@yahoo.com ABSTRAK Latar Belakang: Hemofilia dapatan adalah kondisi yang sangat jarang di mana autoantibodi IgG diproduksi terhadap faktor VIII atau IX. Distribusi usia adalah bimodal. Meskipun hemofilia adalah penyakit keturunan, sekitar 20-30% pasien tidak memiliki riwayat keluarga gangguan pembekuan. 1,2 Laporan Kasus: Seorang wanita berusia 55 tahun dengan keluhan utama perdarahan gusi, memar di kedua kaki dan paha yang warnanya bervariasi. Tidak ada riwayat perdarahan sebelumnya dan tidak ada riwayat gangguan pembekuan darah dalam keluarga. Ia menderita diabetes melitus selama 8 tahun diterapi dengan metformin dan kadar glukosa darah terkontrol. Hasil laboratorium menunjukkan penurunan hemoglobin (5,7 mg/dl) dengan aPTT 129 (kontrol 28), PPT normal yaitu 17,2 s (kontrol 14,4 s) dan INR normal 1,3 serta aktivitas faktor VIII mengalami penurunan dengan hasil 1,5% (kontrol 91,1%) tetapi aktivitas faktor IX masih normal 118,7% (kontrol 108%). Faktor inhibitor VIII adalah 19,52 Unit Bethesda. Berdasarkan kriteria laboratorium, pasien ini didiagnosis sebagai acquired hemofilia A (AHA). Diskusi: Diagnosis Acqured hemophlia A (AHA) harus dipertimbangkan pada pasien yang datang dengan perdarahan dan pemanjangan aPPT. Pola perdarahan pada AHA berbeda dari pada hemofilia kongenital A. 4,5 Perdarahan cenderung terjadi pada jaringan lunak, otot, ruang retroperitoneal, perdarahan iatrogenik juga sering terjadi. Tes Bethesda positif untuk mengetahui titer inhibitor faktor VIII. Tes diagnostik dalam AHA adalah dengan mengukur faktor pembekuan (tingkat FVIII yang rendah terisolasi) dan kuantifikasi titer inhibitor. Penyebab AHA tersering dikaitkan dengan gangguan autoimun, hepatitis dan diabetes. Penyakit kronis atau diabetes melitus memicu terjadinya misrecognition terhadap antigen penderita. 1,4 Kesimpulan: Seorang wanita 55 tahun dengan diabetes mengalami gejala perdarahan gusi, terdapat hematom spontan di kedua paha dengan aktivitas faktor VIII yang rendah dan adanya faktor VIII inhibitor. Pasien ini didiagnosis menderita Acquired hemofilia A. Kata Kunci: acquired haemophilia A, Activated Partial Thromboplastin Time (APTT), factor VIII