Copyright© 2022; BIA’, ISSN: 2655-4666 (print), 2655-4682 (online) | 155
Implementasi Karakteristik Pelayan Tuhan Menurut Filipi 2:1-11 bagi Guru
Sekolah Minggu GPdI Ekklesia Jember
Pacel Zacharias
1
, Nelly
2*
, Roberth Ruland Marini
3
Sekolah Tinggi Alkitab Jember
email: jbcnelly@yahoo.co.id
DOI: https://doi.org/10.34307/b.v5i1.288
Abstract: The main problem in this research is the character of Sunday school teachers in
their service. This study focuses on the characteristics of God's servants according to
Philippians 2:1-11 which aims to provide an understanding of the characteristics of God's
servants to the teachers of the GPdI Ekklesia Jember Sunday School. With a qualitative
approach applying descriptive analysis method to the text of Philippians 2:1-11, the results
obtained are three characteristics of God's servants, namely unity, example and obedience,
which can be implemented in life and ministry in the field of Sunday School.
Keywords: Philippians 2; Sunday School Teachers; Servant of God
Abstrak: Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah karakter guru Sekolah Minggu
dalam pelayanannya. Penelitian ini berfokus pada karakteristik pelayan Tuhan menurut
Filipi 2:1-11 yang bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai karakteristik
pelayan Tuhan kepada para guru Sekolah Minggu GPdI Ekklesia Jember. Dengan
pendekatan kualitatif menerapkan metode deskriptif analisis pada teks Filipi 2:1-11
diperoleh hasil tiga karakteristik pelayan Tuhan yaitu kesatuan, keteladanan dan
ketaatan, yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan dan pelayanan di bidang
Sekolah Minggu.
Kata kunci: Filipi 2; Guru Sekolah Minggu; Pelayan Tuhan
1. Pendahuluan
Seorang pelayan Tuhan seringkali diartikan secara terbatas hanya kepada
pendeta, gembala atau mereka yang terlibat dalam pemberitaan firman Tuhan. Padahal
setiap orang yang percaya kepada Yesus dipanggil untuk melayani pekerjaan Tuhan.
Pekerjaan yang dipercayakan itu berbeda sesuai dengan karunia yang Tuhan berikan.
Robert L. Brandt mengatakan, kewajiban orang beriman ialah memakai setiap karunia
sesuai maksud pemberian karunia itu dan membiarkan kasih menguasai pemakaian
karunia itu.
1
Pelayanan bukan untuk menyenangkan manusia tetapi bagi kemuliaan nama
Tuhan. Oleh sebab itu seorang pelayan tidak boleh melayani berdasarkan keinginan
manusia tetapi sesuai firman Tuhan. J.L. Ch. Abineno mengatakan, melayani dengan
1
Robert L. Brandt, Karunia-karunia Roh (Malang: Gandum Mas, 1982), 23.
Article History : Received: 14-07-2021 Revised: 22-06-2022 Accepted:22-06-2022
Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual
ISSN 2655-4666 (print), 2655-4682 (online)
Volume 5, No 1, Juni 2022; (155-171) Available at: http://www.jurnalbia.com/index.php/bia