Jurnal Gelanggang Olahraga Volume 2, Nomor 1, Juli-Desember 2018 e-ISSN : 2597-6567 p-ISSN : 2614-607X https://doi.org/10.31539/jpjo.v2i1.434 190 KEMAJUAN ALIRAN PENCAK SILAT TRADISIONAL BAKTI JANG PAT PETULAI DAERAH TUNGGANG ULAU DUES 1 Helvi Darsi, 2 Muhammad Supriyadi 1,2 Dosen STKIP-PGRI lubuklinggau Email. dr.helvidarsi.m.pd@gmail.com ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menelaah aliran Pencak Silat Tradisional Bakti. Jenis penelitian ini adalah Kualitatif, data diambil melalui observasi dan wawancara dengan menggunakan tekhnik bola salju melalui informan kunci yaitu seorang Tua Silat Bakti, dari informan itu di kembangkan informan lainnya sehingga terpenuhi semua data yang dibutuhkan, kemudian dianalisis menggunakan kata yang bisa disusun dalam teks yang diperluas atau melakukan analisis dari data yang diambil dari lapangan dan selanjutnya dideskripsikan dalam bentuk narasi. Hasil penelitian, pencak silat tradisional bakti ini berasal dari kata berbakti yang pertama mengembangkannya adalah nenek monyang, Pencak Silat Ini berkembang dengan pesat pada tahun 1965 s/d 1990, dan masyarakat Tunggang mulai kurang mempelajari Pencak Silat Tradisional Bakti Jang Pat Petulai sejak tahun 1987. Simpulan, bentuk pokok gerakan Pencak Silat ini akan terlihat pada kecepatan serta ketepatan elakan dan serangan pedang (pedang), elakan dan serangan piseu (pisau), serta ketepatan dan serangan dengan tangen kosong (tangan kosong). Kata Kunci: Pencak Silat Tradisional, Jang Pat Petulai ABSTRACT This study aimed to examine Traditional Bakti martial arts flow. This type of research was qualitative, the data were taken through observation and interviews using snowball techniques through key informant namely Tua Silat Bakti, other informants were expanded from that informant so that all the data needed was completed, then the data was analyzed by using words which could be arranged in expanded text or did an analysis of data taken from the field and then it was described in narrative form. The results of this study, traditional bakti martial art came from the word filial*(berbakti)* which first developed by the ancestors, this martial art was developed rapidly in 1965 to 1990, and the Tunggang community began learning less the Traditional Bakti jat Pat Petulai Pencak Silat since 1987. In conclusion, the main form of the martial art movement would be seen in the speed and attack accuracy and sword attack (sword), dodgery and piseu attack(knife), as well as accuracy and attack with empty hand. Keywords: Traditional Pencak Silat, Jang Pat Petulai