1 KETERAMPILAN GENERIK DALAM KURIKULUM SMK: PROPOSAL UNTUK MEMBANGUN KARAKTER SISWA SMK Muhammad Sayuti Abstrak Keterampilan generik serta beberapa istilah lain yang serupa telah berkembang sangat luas di Amerika, Australia dan Eropa. Di Indonesia, keterampilan generik yang lebih popular dengan nama soft skills ini belum menjadi perhatian besar bagi stakeholders Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Makalah ini akan memaparkan urgensi serta tuntutan dunia kerja akan keterampilan generik bagi tenaga kerja yang mereka butuhkan. Makalah ini juga akan membandingkan kesesuaian elemen- elemen keterampilan generik yang berkembang di Australia dengan dua mata pelajaran kelompok adaptif di SMK. Kajian ini mengambil mata pelajaran Keterampilan Komputer dan Pengolahan Informasi (KKPI) dan Kewirausahaan sebagai pembanding dengan konsep keterampilan generik model Australia. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa elemen keterampilan generik di pelajaran-pelajaran kelompok adaptif masih sangat kurang dibandingkan dengan jenis keterampilan yang sama yang berkembang di Australia. Pada bagian akhir akan dipaparkan beberapa pilihan dan agenda pengembangan keterampilan generik sebagai kerangka untuk membangun karakter khas siswa SMK serta tenaga kerja masa depan. Kata kunci: keterampilan generik; kurikulum kelompok adaptif; kewirausahaan; perbandingan Australia-Indonesia; pendidikan karakter. PENDAHULUAN Di beberapa negara Dunia Pertama, keterampilam generik berkembang dan menjadi bagian tak terpisahkan dengan sistem pendidikan, meskipun istilah yang digunakan berbeda-beda (NCVER, 2003). Beberapa istilah yang digunakan diantaranya adalah generic skills/key compentencies/ employability skills (Australia), core skills/key skills/common skills (Inggris), key qualifications (Jerman), transferable skills (Perancis), employability skills (Kanada) dan basic skills/necessary skills (United States). Keterampilan jenis ini sesungguhnya telah berkembang di beberapa negara selama lima dekade (Cornford, 2005; Payne, 2000), menurut catatan sejarah, Inggris merupakan negara pertama yang mengangkat isu ini ke permukaan (Payne, 2000). Di Kanada, isu employability skills telah muncul sejak tahun 1970an (NCVER, 2003), sementara di Australia, generic skills yang kemudian lebih popular dengan employability skills telah berkembang sejak tahun 1980an dan terus berlanjut sampai saat ini (NCVER 2003; Cornford 2005; Gough, 2009). Tampaknya isu ini tidak kemudian akan tenggelam, bahkan sebaliknya, akan terus berkembang selaras dengan dinamika dunia kerja, terutama di saat tingkat kompetisi inter dan antar sektor, kompetisi nasional maupun internasional cenderung terus meningkat. Berkembang luasnya keterampilan generik (KG) di dunia dipicu oleh dinamika dan perubahan cepat yang terjadi di dunia kerja, yang mau atau tidak mau suka atau tidak suka berdampak ke sektor pendidikan (Clark 2007; Cornford 2005; van Dam 2004; Brown, Hesketh & brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Universitas Ahmad Dahlan Repository