482 PERBANDINGAN METODE PERT DAN FUZZY LOGIC APPLICATION FOR SCHEDULLING (FLASH) PADA PENJADWALAN PROSES FABRIKASI BOILER (Studi Kasus: PT Indonesian Marine Corp. Ltd.) A COMPARISON PERT AND FUZZY LOGIC APPLICATION FOR SCHEDULING (FLASH) METHODSIN BOILER FABRICATION PROCESS SCHEDULING (A Case Study In The PT Indonesian Marine Corp. Ltd.) Naura Vizkia 1) , Sugiono 2) , Ceria Farela Mada Tantrika 3) Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Jalan MT. Haryono 167, Malang 65145, Indonesia Email : nauravizkia@gmail.com 1) , sugiono@ub.ac.id 2) , ceria_fmt@ub.ac.id 3) Abstrak PT Indonesian Marine Corp. Ltd. (Indomarine) saat ini menggunakan Critical Path Method (CPM) dalam melakukan penjadwalan proses fabrikasi boiler. Pada pelaksanaannya, sering terjadi ketidaksesuaian waktu penyelesaian proses fabrikasi antara rencana dengan aktualnya. Untuk mendapatkan metode yang memberikan hasil penjadwalan yang paling optimal, penelitian ini membandingkan waktu penyelesaian proses fabrikasi pada boiler menggunakan metode saat ini (CPM), PERT dan Fuzzy Logic Application for Scheduling (FLASH) terhadap waktu aktualnya. Di akhir penelitian juga dibandingkan terminologi probabilitas dan posibilitas dalam memperkirakan waktu penyelesaian proses fabrikasi. Berdasarkan hasil analisis dan perbandingan metode, PERT memberikan rata-rata waktu penyelesaian proyek paling optimal untuk kedua produk yaitu Boiler WR-11100 FM selama 147 hari dan Fire Tube Boiler F 30 L selama 37 hari dengan selisih terhadap waktu penyelesaian aktual terkecil masing-masing 11 dan 6 hari. Terdapat perbedaan antara probabilitas dan posibilitas, dimana besarnya probabilitas bergantung pada standar deviasi serta perbedaan nilai yang dicari dengan rata-ratanya, sedangkan posibilitas akan semakin besar jika nilai tersebut mendekati nilai most likely-nya. Kata kunci : Penjadwalan Proyek, PERT, FLASH, CPM, Probabilitas, Posibilitas. 1. Pendahuluan Sebuah perusahaan yang memiliki variasi (karakteristik) produk tinggi dalam jumlah terbatas pada umumnya selalu menerapkan konsep manajemen proyek dalam setiap pengerjaan project. Salah satunya adalah perencanaan dan penjadwalan yang terperinci tentang aktivitas kegiatan, waktu dan biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu proyek yang bertujuan untuk mendapatkan hasil yang optimal serta waktu yang optimis (waktu yang cepat dan diharapkan, baik untuk pihak perusahaan maupun pihak owner). Perencanaan dan penjadwalan yang baik adalah panduan untuk melaksanakan pekerjaan proyek secara efektif dan efisien (Kasidi,2008). Permasalahan yang sering dialami dalam pengerjaan suatu proyek adalah terjadi ketidaksesuaian antara rencana awal dengan realisasi pelaksanaan proyek. Seberapa baikpun perencanaan awal, baik dalam hal anggaran biaya, resource maupun jadwal aktivitas, pada tahap pelaksanaan tidak menutup kemungkinan terjadi perubahan (ketidaksesuaian) yang dapat mengakibatkan keterlambatan atau lebih cepat dari waktu yang telah dijadwalkan. Karena sifat proyek peka terhadap perubahan serta spesifik, maka perencanaannya tidak mudah dan cenderung selalu terjadi penyimpangan dalam pelaksanaannya (Kasidi,2008). Untuk menghindari hal tersebut maka diperlukan alat analitik untuk menentukan kegiatan penjadwalan dan pengolahan sumber daya sehingga dapat diperoleh total biaya dan waktu penyelesaian proyek yang optimal. PT Indonesian Marine Corp. Ltd. (Indomarine) merupakan salah satu perusahaan manufaktur Indonesia yang bergerak dalam bidang jasa konstruksi infrastruktur yang terkait dengan berbagai kebutuhan industri manufaktur meliputi boiler, palm oil mills, serta plant production repair and maintanance. PT Indomarine merupakan salah satu perusahaan manufaktur mesin industri pertama yang brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri