Sport Science and Health, 4(5), 2022, 395401 ISSN: 2715-3886 (online) DOI: 10.17977/um062v4i52022p395-401 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. Perbandingan Tingkat Kemampuan Kelincahan dan Daya Ledak antara Atlet Bulutangkis PB. Brawijaya Jr Kota Malang dengan PB. Istana Kabupaten Malang Lingga Kartika Putri Andini, Oni Bagus Januarto*, Rama Kurniawan Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang No. 5 Malang, Jawa Timur, Indonesia *Penulis korespondensi, Surel: oni.bagus.fik@um.ac.id Paper received: 2-5-2022; revised: 23-5-2022; accepted: 30-5-2022 Abstract Good physical condition can be tested by using the agility and explosive power component test. The purpose of this study was to determine the differences in agility and explosive power of badminton athletes PB. Brawijaya Jr Malang City and PB. Malang District. The method in this research is comparative casual. The study included 54 male and female athletes PB Brawijaya Jr Malang City and PB Istana Pagelaran Malang District. Based on the results of research on badminton athletes PB Brawijaya Jr Malang City and PB Istana Pagelaran Malang District, there is no difference in the level of agility and explosive power in badminton athletes. Keywords: agility; explosiveness; athlete; badminton Abstrak Kondisi fisik yang baik dapat diuji dengan menggunakan tes komponen kelincahan dan daya ledak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kelincahan dan daya ledak atlet bulutangkis PB. Brawijaya Jr Kota Malang dan PB. Istana Pagelaran Malang. Metode dalam penelitian ini adalah kasual komparatif. Subjek penelitian ini meliputi 54 atlet putra dan putri PB Brawijaya Jr Kota Malang dan PB Istana Pagelaran Kabupaten Malang. Berdasarkan hasil penelitian pada atlet bulutangkis PB. Brawijaya Jr Kota Malang dan PB Istana Pagelaran Kabupaten Malang ini tidak ada perbedaan tingkat kemampuan kelincahan dan daya ledak pada atlet bulutangkis. Kata kunci: kelincahan; daya ledak; atlet; bulutangkis 1. Pendahuluan Olahraga dapat digunakan sebagai sarana berinteraksi dalam membangun kekompakan antara perorangan ataupun kelompok. Beberapa individu atau kelompok memaknai olahraga sebagai media terapi, baik terapi fisik maupun psikis. Olahraga sendiri mengajarkan bagaimana caranya untuk bekerjasama dengan tim jika olahraga yang dilakukan adalah beregu seperti (Bulutangkis, Sepakbola, Bolavoli, Bolabasket, Tenis Meja), cara mendapat sportifitas, cara bermain yang baik dan benar serta menyenangkan. Kegiatan olahraga dapat diarahkan untuk meningkatkan prestasi dan ketrampilan kondisi fisik pada cabang olahraga tertentu, contonya pada cabang olahraga Bulutangkis. Olahraga bulutangkis sangat populer di dunia maupun di Indonesia sendiri mulai dari kalangan dewasa hingga anak-anak. Dapat dilihat dari para pemain bulutangkis Indonesia yang telah meraih prestasi diantaranya Asian Game, kejuaraan Olimpiade, dan kejuaraan-kejuaraan lainnya. Bulutangkis di Indonesia dikatakan sebagai salah satu negara terkuat di dunia. Adanya event bulutangkis di dunia menyebabkan banyak didirikannya klub bulutangkis yang bertujuan menyaring atlet berbakat untuk menjaga bulutangkis Indonesia tetap bersaing.