148 BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Volume 8 Nomor 1, Februari 2023 Efektifitas Exercise Training terhadap Kondisi Fisik dan Quality of Life Pasien dengan Heart Failure: A Systematic Review Faizah Maulidiyah (1) , Amalia Fardiana (2) Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga, Jl. Dr. Ir. H. Soekarno, Mulyorejo, Kec. Mulyorejo, Kota SBY, Jawa Timur 60115, Indonesia Email: 1 lidiyahf@gmail.com, 2 anafardiana@gmail.com Abstrak: Congestive Heart Failure (CHF) merupakan salah satu diagnosis kardiovaskular dengan peningkatan jumlah pasien yang signifikan. CHF menduduki peringkat pertama kematian di Asia. Penderita CHF perlu penanganan Program latihan atau Exercise training (ET) merupakan terapi modalitas yang penting diberikan pada pasien dengan penyakit jantung. Metode yang digunakan dalam systematic review ini menggunakan protokol dan kaidah yang sesuai dengan menggunakan Preferred Reporting Items for Systematic Review (PRISMA). Kelayakan studi dinilai menggunakan kerangka PICOT dengan populasi penderita HF, intervensi yang digunakan adalah ET, outcome dalam studi ini membahas efektifitas ET. Partisipan yang digunakan berjumlah 4.867 peserta. Dampak fisik yang didapat dengan melakukan ET yaitu peningkatan indeks kerja jantung, peningkatan fungsi paru, peningkatan LVEF, LVED, dan VO2 maksimal. Exercise training pada pasien heart failure menunjukkan peningkatan signifikan terhadap kemampuan jantung dalam melakukan aktifitas fisik dan perbaikan ventilasi. ET terbukti dapat meningkatkan prognosis, kualitas hidup, dan fungsi fisiologis jantung dan paru pada pasien. PENDAHULUAN Congestive Heart Failure (CHF) atau penyakit jantung kongestif merupakan salah satu diagnosis kardiovaskular yang paling cepat meningkat jumlahnya (Schilling, 2014. Di dunia, 17,5 juta jiwa (31%) dari 58 juta angka kematian di dunia disebabkan oleh jantung (WHO, 2016). Dari seluruh angka tersebut, benua Asia menduduki tempat tertinggi akibat kematian jantung dengan jumlah 712,1 ribu jiwa. Sedangkan di Asia Tenggara yaitu Filipina menduduki peringkat pertama akibat kematian jantung dengan jumlah penderita 376,9 ribu jiwa. Indonesia menduduki peringkat kedua di Asia Tenggara dengan jumlah 371,0 ribu jiwa (WHO, 2014). Berdasarkan seluruh data yang telah dikumpulkan dari WHO, pada tahun 2015 diperkirakan kematian akibat jantung meningkat menjadi 20 juta jiwa. Kemudian akan tetap meningkat sampai tahun 2030, diperkirakan 23,6 juta jiwa penduduk akan meninggal akibat jantung (WHO, 2015). Tersedia Online di http://www.jurnal.unublitar.ac.id/index. php/briliant Sejarah Artikel Diterima pada 20 September 2022 Disetuji pada 26 Februari 2023 Dipublikasikan pada 26 Februari 2023 Hal. 148-159 Kata Kunci: Congestive Heart Failure; Exercise training; quality of life; VO2 maksimal DOI: http://dx.doi.org/10.28926/briliant.v8i1. 1142