Jurnal Geografi 45 PEMBELAJARAN KOOPERATIF INVESTIGATIF PADA MATA KULIAH GEOGRAFI SOSIAL BERBASIS WACANA LINGKUNGAN HIDUP Muh. Sholeh Dosen Jurusan Geografi FIS - Unnes Abstrak Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran kooperatif investigative dalam meningkatkan kepedulian mahasiswa geografi terhadap lingkungan hidup. Untuk itu pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yang didukung juga oleh data kuantitatif. Implementasi pembelajaran kooperatif inves- tigative pada mata kuliah Geografi Sosial telah dilaksanakan melalui tahap-tahap pembelajaran yang ditandai: a) adanya pembagian kelompok dengan tugas yang berbeda, b) anggota kelompok terdiri dari mahasiswa yang beragam, c) kemampuan anggota dalam satu kelompok berbeda-beda, dan d) penghargaan terhadap kerja kelompok lebih tinggi dibandingkan dengan kerja indivdu. Pembelajaran investigative pada mata kuliah ini ditandai dengan pembelajaran yang memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk merencanakan pembagian tugas dan menggali informasi sesuai dengan tema tugas masing-masing kelompok. Pembelajaran juga dilaksanakan melalui tahapan-tahapan yang urut, dari pembagian kelompok sampai evaluasi. Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif Investigatif, Lingkungan Hidup PENDAHULUAN Kepedulian mahasiswa Pendidikan Geografi terhadap kondisi lingkungan hidup masih perlu peningkatan. Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain (UU Nomor 23 tahun 1997). Pengamatan terhadap aktivitas di kampus menunjukkan mayoritas mahasiswa tidak memisahkan sampah organik dan anorganik ketika membuang sampah, kondisi sekretariat HIMA Geografi hanya terlihat bersih dari luar, tetapi ketika masuk ke dalam kondisinya memprihatinkan, partisipasi dalam kegiatan penanaman pohon minim, dan tidak ada inisiatif mematikan lampu kelas yang menyala ketika sudah tidak dipergunakan. Kenyataan tersebut sangat memperihatinkan, karena mahasiswa seharusnya menjadi pelopor dalam melestarikan lingkungan hidup. Menurut Sawali Tuhusetya (2007), lingkungan hidup merupakan persoalan kolektif yang membutuhkan partisipasi semua komponen bangsa untuk mengurus dan mengelolanya. Kepeloporan yang diharapkan dari mahasiswa antara lain cara membuang sampah, menjaga kebersihan lingkungan, melaksanakan bersih kampus, menanam pohon, dan kegiatan lingkungan lain.