15 PENERAPAN ARSITEKTUR FUTURISTIC PADA PERANCANGAN BANGUNAN UTAMA TERMINAL LEUWI PANJANG DENGAN KONSEP BERBASIS TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT ( T.O.D ) Fajar Ikhwan Harmono¹, Rikky Subagja² Program Studi Arsitektur, Sekolah Tinggi Sains dan Teknologi Indonesia (ST-INTEN) Abstrak Bandung merupakan kota yang sudah berkembang menjadi kota metropolitan, yang dimana kota metro politan memiliki ciri yang dapat dilihat dari berbagai aspek, antara lain jumlah penduduk, kegiatan ekonomi, dan luas kawasan terbangun. Pertumbuhan dimulai dari pusat-pusat subwilayah kota kemudian menyebar ke wilayah sekitarnya. Jaringan jalan berfungsi sebagai jaringan penghubung pusat - pusat kegiatan dan bukan sebagai tumpuan pertumbuhan wilayah (rencana tata ruang Wilayah kota bandung 2011- 2031). desain kota yang dinilai paling cocok dengan pola polisentrik adalah Transit Oriented Development (TOD). Perencanaanya TOD pada pelaksanaannya harus di tempatkan pada Jaringan utama angkutan massal, koridor jaringan bus/ brt dengan frekuensi tinggi dan juga Jaringan pengumpan bus yang waktu tempuh nya kurang dari 10 menit dari, di dalam rancangan tata guna lahan ada beberapa usulan lokasi dan salah satu usulan lokasi berada di terminal leuwi panjang yang dengan jenis moda transportasi di dalammnya berupa monorail, BRT, AKDP dan angkot. Perencanaan terminal/Stasiun berbasis Transit Oriented Development (TOD) merupakan sarana pelayanan angkutan umum yang memudahkan masyarakat khususnya kota Bandung dalam melakukan pergerakan antar moda transportasi untuk mengakses sumber daya kota. Kata Kunci : Terminal, Perencanaan kota, TOD, Arsitektur Abstract Bandung is a city that has developed into a metropolitan city, in which the metro city of pollution has characteristics that can be seen from various aspects, including population, economic activity, and the area of the built area. Growth starts from the centers of sub-regional cities and then spreads to the surrounding region. The road network functions as a connecting network of centers - the center of activity and not as a foundation for regional growth (spatial plan for Bandung City Region 2011-2031). the city design that is considered the most suitable with the polycentric pattern is Transit Oriented Development (TOD). The TOD plan in its implementation must be placed on the main mass transit network, high frequency bus / brt network corridors and also the bus feeder network which takes less than 10 minutes from, in the land use plan there are several proposed locations and one proposal the location is in the long leuwi terminal with the type of transportation modes in the form of monorail, BRT, AKDP and public transportation. Terminal / Station Planning based on Transit Oriented Development (TOD) is a public transportation service facility that facilitates the public, especially the city of Bandung in carrying out movements between modes of transportation to access city resources. Keywords: Terminal, Urban Planning, TOD, Architectur