Humaniora, Vol. 27, No. 1 Februari 2015: 042-052 42 VOLUME 27 No. 1 Februari 2015 Halaman 42-52 * Karawitan Department, Performing Arts Faculty, Institut Seni Indonesia Padangpanjang, West Sumatra HUMANIORA THE GROUP CONCEPT OF BUILDING RASO BATALUN IN THE PERFORMANCE OF TALEMPONG RENJEANG ANAM SALABUHAN Andar Indra Sastra* ABSTRAK Tulisan ini bertujuan untuk membahas talempong renjeang anam salabuhan sebagai artefak hasil kebudayaan, khususnya konsep kelompok dalam membangun raso batalun dalam penyajian talempong renjeang anam salabuhan di Luhak Nan Tigo di Minangkabau. Raso batalun dalam penyajian talempong merupakan ekspresi musikal yang diwujudkan pemain talempong dalam bentuk ekspresi penggarapan ritme talempong. Ekspresi dalam penyajian talempong dapat dimaknai sebagai kemampuan musikal kelompok penyaji talempong dalam memainkan berbagai ragam Guguah talempong. Kelompok merupakan representasi dari konsep sosial dalam masyarakat Minangkabau. Ada kelompok talempong yang dibentuk atas dasar tujuan dan kepentingan bersama tanpa adanya ikatan hubungan kekeluargaan; ada kelompok talempong yang dibentuk atas dasar hubungan kekerabatan; dan ada kelompok bermain talempong yang dibentuk berdasarkan hubungan genealogis. Kesatuan musikal dibangun melalui komunikasi musikal antar pemain talempong melalui pola ritme yang berbeda. Komunikasi musikal dapat dicapai ketika pemain dalam kelompok memiliki persepsi, kemampuan dan rasa musikal yang setara. Persepsi dan kemampuan musikal dan rasa musikal itu menjadi modal awal untuk dapat menyajikan talempong sesuai dengan standar musikal setiap kelompok. Standar musikal diyakini tidak akan dicapai ketika peran seseorang diganti dengan orang-orang yang bukan dari kelompok mereka. Peranan kelompok sangat penting dalam membangun kesatuan musikal dan standar musikal untuk mencapai raso batalun. Kata Kunci: galuik, kelompok, komunikasi musikal, Luhak Nan Tigo Minangkabau, raso batalun, standar musikal, talempong renjeang ABSTRACT The goal of this article is to discuss talempong renjeang anam salabuhan as a cultural artefact, in particular focusing on the group concept of building raso batalun in the performance of talempong renjeang anam salabuhan in Luhak Nan Tigo, Minangkabau. Raso batalun in the performance of talempong is the musical expression created by the talempong player through the rhythmic treatment of the talempong. The expression produced in a talempong performance can be understood to reflect the musical ability of the talempong group in its performance of various types of Guguah talempong. A group is the representation of a social concept in Minangkabau society. Some talempong groups are formed on the basis of common goals and interests without any family connections; other groups are formed through family ties; and others are formed based on genealogical connections. A musical unit is built through musical communication between the talempong players through different rhythmic patterns. This musical communication can be achieved when the players in the group have the same level of perception, ability, and sense of musicality. It is this perception and