Psympathic, Jurnal Ilmiah Psikologi 2010, Vol. III, No.1: 45 - 58 HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN KOMPETENSI SOSIAL PADA SISWA KELAS VIII MTs AD-DA’WA BEKASI TAHUN PELAJARAN 2006-2007 Neneng Yuliana & Ujang Rohman Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung Jl. Raya Cipadung No. 105 Bandung 10614 Telp (022) 7800525 email: fimas_jabar@yahoo.co.id Based on phenomena in grade 8 students in Mts. AdDa’wa Bekasi, there are few students that tend to draw themselves from interpersonal relation with students at their age outside their peer group. Many question then arise, if there were any significant reason and its correlation between their self concept and social competency. The method used for this research is a correlation model with sample population of 80 subject participant. The data required for this research then gathered with questionnaire and were measured with self concept measurement test TSCB (Tennessee Self Concept Scale) from William H. Fist. Other measurement test were then created based on Krasnor Theory to measure social competency from those students. After data have been collected with we have a correlation point r s =0,598 with t hit = 6,59 > t tab =1,980 which means that H1 is approved and H0 is denied. According to result of this research, it was concluded that the assumption were proved true that there is positive relation between self concept and social competency in grade 8 students from Mts. AdDa’wa Bekasi. Keywords: self concept, social competence, tennesse self concept scale Pendahuluan Remaja merupakan salah satu topik yang menarik untuk dibahas. Hal ini dise- babkan karena remaja berada pada masa tran- sisi atau peralihan dari masa kanak-kanak me- nuju dewasa. Pada masa ini terjadi perubahan- perubahan secara fisiologis maupun psikologis. Perubahan psikologis diantaranya meliputi perubahan minat, peran, emosi, perilaku dan juga dalam hal sosialisasi. Salah satu tugas perkembangan pada masa remaja yang sulit adalah yang berhubungan dengan penyesuaian sosial. Remaja harus menyesuaikan diri de- ngan teman sebayanya dan harus menyesu- aikan dengan orang dewasa di luar lingkungan keluarga dan sekolah. Dengan meluasnya kesempatan untuk melibatkan diri dalam berbagai kegiatan sosial, maka kawasan sosial semakin membaik pada remaja yang lebih besar. Semakin banyak par- tisipasi sosial, semakin besar kompetensi sosial remaja dalam berbagai situasi sosial. Dengan demikian remaja memiliki kepercayaan diri yang diungkapkan melalui sikap yang tenang dan seimbang dalam situasi sosial. Perubahan selama masa remaja sangat dipengaruhi oleh lingkungan dimana remaja berada dan oleh sikap serta perilaku teman- teman sebayanya. Remaja sebagai kelompok, cenderung lebih memilih-milih dalam kelom- pok dengan teman-teman sebayanya diban- dingkan ketika masih kanak-kanak. Penye- suaian diri adalah hal terpenting dan tersulit dengan meningkatnya pengaruh kelompok sebaya, perubahan dalam prilaku sosial dan pengelompokan sosial yang baru. Salah satu keunikan yang dimiliki remaja adalah mereka lebih banyak berada di luar rumah untuk bergaul dan melakukan akti- fitas dengan teman sebaya, sehingga kebutuh-