Seminar Nasional “Archipelago Engineering” (ALE) 2018 Ambon, 26 April 2018 Fakultas Teknik Universitas Pattimura, ISSN : 2620-3995 211 ANALISIS ZONASI UNTUK PENGELOLAAN KAWASAN PESISIR KOTA AMBON BERKELANJUTAN DENGAN MODEL SPASIAL DINAMIK Pieter Th Berhitu patrickberhitu@gmail.com Program studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik Unpatti Abstrak Pembangunan kawasan pesisir dan teluk merupakan bagian terintegrasi dari pembangunan kota Ambon sehingga dalam rangka mengoptimalkan potensi wilayah teluk dan pesisir kota Ambon dan kelestarian ekosistemnya, diperlukan pengelolaan dan pemanfaatan secara terpadu dan berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini untuk menyusun zonasi wilayah pesisir di kota Ambon berdasarkan undang-undang zonasi dengan melihat fungsi dan peran serta kesesuaian lahan dalam menunjang keberlanjutan pengelolaan wilayah pesisir kota Ambon dan membuat model spasial dinamik untuk melihat bagaimana aspek sosial, ekonomi mempengaruhi pengelolaan kawasan pesisir berdasarkan zona pemanfaatan. Hasil análisis GIS sesuai Undang undang Zonasi berdasarkan pembobotan tingkat kerusakan dan kepentingan maka diperoleh s Zona Perlindungan Pesisir dan Pantai, serta Zona Konservasi,. Hasil GIS sesuai Undang undang Zonasi untuk tingkat kesesuaian lahan diperoleh ; Tingkat kesesuaian lahan dengan skor > 80 – 100, katagori S 1 , sangat sesuai untuk dimanfaatkan dimana daerah ini mendukung dan layak untuk dikembangkan terdapat pada 15 lokasi atau 57,69 %. Tingkat kesesuaian lahan dengan skor ≥ 60 - 80, katagori S 2 , daerah ini sesuai untuk pemanfaatan dan layak untuk dikembangkan tapi dengan syarat tertentu sebanyak 11 lokasi atau 42,31 %. Hasil analisis Model Dinamik untuk sub model penutupan lahan kota Ambon diperoleh areal hutan diperidiksi menurun sampai 2025sekitar, 155 ha. Pemukiman bertambah 485 hektar. Model Dinamik untuk sub model Ekonomi lahan kota Ambon tercatat sektor perikanan meningkat sebesar 68 miliard lebih. Sub model sosial dan budaya diperoleh pendapatan tenaga kerja sektor perikanan juga mengalami peningkatan.sebesar menjadi 18.849.636.45 milliard, atau sekitar 24,514% (sangat signifikan) Kata kunci. Zonasi,pesisir, kota Ambon,berkelanjutan I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Wujud Perencanaan Tata Ruang Wilayah suatu daerah secara umum dimaksudkan untuk memberikan arah dan pedoman bagi pelaksanaan pembangunan selama dua puluh tahun kedepan. Sedangkan salah satu tujuan RTRW suatu kota adalah : 1. Arahan pemanfaatan ruang wlayah kota yang berisi indikasi program utama jangka menengah lima tahunan 2. Arahan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah kota yang berisi ketentuan umum peraturan zonasi, ketentuan perizinan, ketentuan insentif dan disinsentif, serta arahan sanksi. Kota Ambon dengan Rencana Tata Ruang Wilayah RTRW 2011-2031 menjadi dasar dan arahan bagi meningkatkan pengendalian pemanfaatan ruang untuk menjamin efektifitas dan efisiensi kegiatan pembangunan secara berkelanjutan. Penilitian ini bertujuan untuk 1).Memetakan potensi kawasan pesisir kota Ambon 2). Membuat model spasial dinamik untuk melihat bagaimana aspek sosial,ekonomi mempengaruhi pengelolaan kawasan pesisir berdasarkan zona pemanfaatan. 3) Menyusun zonasi wiilayah pesisir berdasarkan undang-undang dengan melihat fungsi dan peran serta kesesuaian lahan dalam menunjang keberlanjutan pengelolaan wilayah pesisir dan laut. II. KAJIAN TEORI DAN METODE 2.1 Pengelolaan Wilayah Pesisir Secara Terpadu dan Berkelanjutan. Pengelolaan wilayah pesisir secara terpadu merupakan pendekatan pengelolaan yang melibatkan dua atau lebih ekosistem, sumberdaya dan kegiatan pemanfaatan secara terpadu, agar tercapai tujuan