IAKMI Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, Volume 1, No. 2, Agustus 2020 Journal Homepage : http://jurnal.iakmi.id/index.php/IJKMI ISSN 2721-9437 (Media Online) DOI: https://doi.org/10.46366/ijkmi.1.2.51-58 DAMPAK PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI DAN SEKSUALITAS YANG KOMPREHENSIF (SETARA) PADA 3 WILAYAH DI INDONESIA Iwan Abdi Suandana 1, *, Bobby Hermanto 2 , Lina Agnesia 3 1 Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Udayana 1 Researcher of Explore 4 Action Program PKBI Bali, Denpasar 2 Researcher of Explore 4 Action Program PKBI Lampung, Bandar Lampung 3 Researcher of Explore 4 Action Program PKBI Jawa Tengah, Semarang *Email: iwanabdi65@yahoo.co.id ABSTRAK Pendidikan kesehatan reproduksi dan seksualitas masih dianggap hal yang tabu untuk diberikan pada remaja. Namun, saat ini telah dikembangkan inisiatif pendidikan kesehatan reproduksi dan seksualitas yang komprehensif (CSE) yaitu Semangat Dunia Remaja (SETARA), yang diberikan kepada siswa SMP. Pendidikan SETARA diberikan oleh guru, yang telah dilatih sebelumnya untuk dapat mengajarkan pendidikan kesehatan reproduksi dan seksualitas di sekolah melalui modul pembelajaran yang dikembangkan dengan menggunakan metode yang inovatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak pendidikan SETARA terhadap perubahan sikap dan perilaku siswa mengenai pubertas, ketertarikan dan pacaran, bullying, gender, serta kepercayaan diri sebelum dan sesudah mendapatkan SETARA. Penelitian ini menggunakan metode Qualitative Impact Assesment Protocol (QuIP) dengan melakukan pengumpulan data melalui indept interview (IDI) sebanyak 48 IDI dan Focus Grup Discussion (FGD) sebanyak 12 FGD di 3 wilayah yang menjadi percontohan pendidikan SETARA di Indonesia, yaitu Denpasar, Bandar Lampung dan Semarang. Hasil dari penelitian ini adalah SETARA dapat memberikan dampak positif kepada siswa khususnya pada topik pubertas, ketertarikan dan pacaran, pencegahan bullying, meningkatkan kepercayaan diri dan meningkatkan pengetahuan terkait peran gender. SETARA dapat memberikan pengaruh terhadap terhapusnya tabu melalui diskusi terbuka tentang pubertas, membangkitkan kesadaran tentang apa itu bullying dan dampak negatif (psikis) dari bullying, serta mendorong remaja untuk memiliki empati terhadap korban bullying. Mayoritas siswa juga berpendapat bahwa SETARA membantu mereka untuk tidak merasa malu, minder, dan takut ketika berbicara tentang topik-topik yang diajarkan dalam SETARA. Siswa juga merasa pembelajaran SETARA dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa untuk berbicara dan menyampaikan pendapat di depan umum. SETARA dapat memberikan dampak yang positif terkait perilaku siswa terkait kesehatan reproduksi. Oleh karena itu,diharapkan SETARA dapat dikembangkan di sekolah-sekolah lainnya dan dapat diintegrasikan ke dalam beberapa mata pelajaran yang terkait di sekolah. Kata kunci : Dampak, Pendidikan, Kesehatan Reproduksi, SETARA