Jurnal Sain Peternakan Indonesia Available at https://ejournal.unib.ac.id/index.php/jspi/index DOI: https://doi.org/10.31186/jspi.id.15.3.287-293 P-ISSN 1978-3000 E-ISSN 2528-7109 Volume 15 Nomor 3 edisi Juli-September 2020 Jurnal Sain Peternakan Indonesia 15 (3) 2020 Edisi Juli-September | 287 Pengaruh Penambahan Aditif Pakan Berupa Kulit Singkong dan Bakteri Asam Laktat terhadap Pemanfaatan Protein Ransum Ayam Broiler The Effect of Addition Feed Additive of Cassava Peels and Lactic Acid Bacteria in the Ration on Protein Utilization of Broiler S. A. Putri, E. Suprijatna dan L. D. Mahfudz Departemen Peternakan, Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Semarang Corresponding email : sylviaarsita@gmail.com ABSTRACT This research was aimed to determine the effect of addition of feed additives of cassava peel and lactic acid bacteria in the ration on protein utilization of broiler chicken. The material used in this study was 144 broiler chickens 10 days old, unsexed, with an average weight of 198.59 ± 5.82 g. Feed rations provided contained 18.9% protein and 3,044.9 Kcal of metabolizable energy. This research used a completely randomized design (CRD), 4 treatments and 6 replications, each experiment unit was filled with 6 chickens. The treatments applied were feed additives as follows T0: basal ration; T1: basal ration + 50 ml/kg; T2: basal ration + 100 ml/kg; T3: basal ration + 150 ml/kg. The parameters observed included protein consumption, protein digestibility, nitrogen retention and protein mass of meat. The research data were analyzed by variance with the F test, followed by Duncan's test at a probability of 5%. The results showed that the addition of feed additives had no significant effect (P> 0.05) on protein consumption, protein digestibility, nitrogen retention, and lean protein mass. The conclusion of this research is the addition of feed additives in the form of cassava peel and lactic acid bacteria up to 150 ml/kg of feed have not been able to increase the diet on protein utilization of broiler. Key words: broilers, feed additives, cassava peel, lactic acid bacteria, protein utilization. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan aditif pakan berupa kulit singkong dan bakteri asam laktat terhadap pemanfaatan protein ransum ayam broiler. Materi yang digunakan dalam penelitian ini 144 ekor ayam broiler umur 10 hari unsexed dengan bobot rata-rata 198,59±5,82 g. Ransum yang diberikan mengandung protein 18,9% dan energi metabolis 3.044,9 Kkal. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), 4 perlakuan dan 6 ulangan, setiap unit percobaan diisi 6 ekor ayam. Perlakuan yang diterapkan adalah aditif pakan sebagai berikut T0: ransum basal; T1: ransum basal + 50 ml/kg; T2: ransum basal + 100 ml/kg; T3: ransum basal + 150 ml/kg. Parameter yang diamati meliputi konsumsi protein, kecernaan protein, retensi nitrogen dan massa protein daging. Data hasil penelitian dianalisis ragam dengan uji F dilanjutkan uji Duncan pada probabilitas 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan aditif pakan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi protein, kecernaan protein, retensi nitrogen dan massa protein daging. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan aditif pakan berupa kulit singkong dan bakteri asam laktat s/d 150 ml/kg pakan belum mampu meningkatkan pemanfaatan protein ransum ayam broiler. Kata Kunci : broiler, aditif pakan, kulit singkong, bakteri asam laktat, pemanfaatan protein. PENDAHULUAN Ayam broiler atau ayam pedaging merupakan ayam yang memiliki pertumbuhan yang sangat cepat dan daya produktivitas yang tinggi dalam memproduksi daging, selain itu juga terdapat kelemahan yaitu daya tahan tubuh rendah. Kini banyak peternak yang ayam broiler yang menggunakan antibiotik untuk mengatasi daya tahan tersebut, namun penggunaan antibiotik kini sudah dilarang karena dapat menghasilkan residu pada produknya sehingga akan membahayakan konsumen. Oleh karena itu perlu dicari alternatif lain sebagai pengganti penggunaan antibiotik yang tidak meinggalkan efek negatif. Dewasa ini banyak dikembangkan alternatif pengganti antibiotik yaitu dengan pemberian aditif pakan berupa prebiotik, probiotik maupun sinbiotik. Probiotik merupakan produk yang mengandung mikroba atau bakteri nonpatogen yang dapat hidup di usus sebagai pakan imbuhan yang menguntungkan inangnya, sedangkan prebiotik merupakan sumber energi atau nutrien bagi mikroba dalam meningkatkan populasi mikroba yang menguntungkan pada