Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol. 21, No. 1, (2019) 45 - 52
45
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir
Laman Jurnal: jurnal.batan.go.id/index.php/jpen
Analisis Morfotektonik dan Pemetaan Geologi pada
Identifikasi Sesar Permukaan di daerah Plampang, Pulau
Ngali dan Pulau Rakit, Provinsi Nusa Tenggara Barat
Supartoyo
1
. Hadi Suntoko
2
, Abimanyu Bondan
2
, Euis Etty Alhakim
2
1
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, Jl. Diponegoro, Bandung
2
Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir,BATAN, Jl. Kuningan Barat, Jakarta Selatan
INFORMASI ARTIKEL ABSTRAK
Riwayat Artikel:
Diterima:
16 Juni 2019
Diterima dalam bentuk revisi:
26 Juni 2019
Disetujui:
24 Juli 2019
ANALISIS MORFOTEKTONIK DAN PEMETAAN GEOLOGI PADA IDENTIFIKASI SESAR
PERMUKAAN DI DAERAH PLAMPANG, PULAU NGALI DAN PULAU RAKIT, PROVINSI
NUSA TENGGARA BARAT. Kebutuhan listrik di Indonesia semakin meningkat terutama di
Indonesia bagian tengah dan timur, maka diperlukan pembangkit listrik untuk memasok
kebutuhan tersebut, dan wacananya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Provinsi
Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan salah satu kawasan strategis yang memerlukan listrik
terutama untuk industri pariwisata, namun demikian, daerah NTB rawan terhadap bahaya
gempabumi, yaitu guncangan dan bahaya ikutan, seperti retakan tanah, likuifaksi dan gerakan
tanah atau longsor. Sesar permukaan yang termasuk sesar aktif adalah salah satu jenis bahaya
gempabumi yang harus dihindari. Penyelidikan ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya sesar
permukaan di daerah NTB, yaitu di Plampang, Pulau Ngali, Pulau Rakit. Metodologi yang
digunakan meliputi pengamatan morfologi, morfotektonik, singkapan batuan, dan unsur-unsur
pensesaran permukaan, dan pemetaan geologi. Hasil penyelidikan menunjukkan tidak terindikasi
adanya sesar permukaan di daerah Plampang, Pulau Ngali, Pulau Rakit, namun hanya
didapatkan beberapa kelurusan dan kekar dan indikasi sesar minor saja. Berdasarkan hasil
analisis dapat disimpulkan bahwa tidak ditemukan adanya pensesaran permukaan di NTB
khususnya di daerah Plampang, Pulau Ngali, dan Pulau Rakit.
ABSTRACT
MORFOTECTONIC ANALYSIS AND GEOLOGICAL MAPPING ON IDENTIFICATION OF
SURFACE FAULTS IN PLAMPANG, NGALI AND RAKIT ISLANDS, WEST NUSA TENGGARA
PROVINCE. Electricity needs in Indonesia especially in central and eastern Indonesia are
increasing. Accordingly it is necessary to identify a number of regions as potential sites for power
plants, including the Nuclear Power Plant (NPP) which are safe from external events.Province of
NTB is one of strategic area that electricity needs to support tourism and industry. Surface faulting
is an active faults are classified as one type of earthquake hazard that must be avoided when an
earthquake occurs. The other earthquake hazards include earthquake shaking and collateral
hazards including ground fracturing, liquefaction and landslides. This research objective is to
identify the surface faults of Plampang area, Ngali Island, Rakit Island by using methods of
geological mapping and morphotectonic mapping analysis. Based on this method there was no
indication of surface faulting in Plampang area, Ngali Island, Rakit Island. However, several
lineament joint and indication of minor faults were identified in the study area but no evidence of
surface faulting. Analysis result it can be concluded that there is no surface enlargement in Ngali
island, Rakit Island and Plampang area
Keywords: surface faulting, earthquake hazard, geological mapping
Kata kunci:
Sesar permukaan
Bahaya gempabumi
Pemetaan geologi
© 2019 Jurnal Pengembangan Energi Nuklir. All rights reserved
1. PENDAHULUAN
Sesar permukaan (surface faulting)
berbeda pengertian dan dampaknya dengan
sesar pada umumnya. Sesar permukaan
terbentuk berkaitan dengan kejadian
gempabumi dan merupakan salah satu bahaya
gempabumi. Sesar (fault) merupakan retakan
atau sistem retakan pada batuan yang telah
mengalami pergerakan[1]. Apabila retakan
pada batuan belum bergerak atau bergeser
disebut kekar (joint). Suatu sesar dapat berupa
bidang sesar atau rekahan tunggal, tetapi lebih
sering membentuk jalur atau garis dan
membentuk zona sesar. Zona sesar merupakan
kumpulan beberapa sesar penyerta yang
mengikuti atau berkaitan dengan sesar utama.
Sesar dihasilkan dari deformasi yang bersifat
brittle. Sesar permukaan tidak mencirikan
struktur penyerta seperti pada sesar berumur
Tersier, karena media yang dilalui sesar
permukaan adalah tanah, sehingga tidak akan
ditemukan adanya gores-garis, kekar gerus,
kekar tarik, mikrofold, dan lain-lain.
*Penulis korespondensi.
E-mail:supartoyo@gmail.com
brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk
provided by Badan Tenaga Nuklir Nasional: Jurnal BATAN