Buletin Peternakan Vol. 39 (3): 212-218, Oktober 2015 ISSN-0126-4400 E-ISSN-2407-876X PERFORMANCES COMPARISON BETWEEN URBAN AND RURAL PIG FARMING SYSTEMS IN MANOKWARI, WEST PAPUA PROVINCE INDONESIA PERBANDINGAN KINERJA ANTARA PETERNAKAN BABI YANG DIPELIHARA DI PERKOTAAN DAN PEDESAAN MANOKWARI, PROVINSI PAPUA BARAT, INDONESIA Desni Triana Ruli Saragih and Deny Anjelus Iyai* Animal Production Department, Faculty of Animal Science, Papua University, Manokwari, 98314 Submitted: 26 May 2015, Accepted: 9 September 2015 ABSTRACT Pigs are kept both in urban and rural areas. This research identified the performance differences between urban and rural farming systems. The study was conducted in Manokwari regency and involved six districts, i.e. Nothern Manokwari district, Eastern Manokari District, Western Manokwari district, Warmare district, Prafi district and Masni district. Data were analyzed using SPSS version 18.0, an independent-samples T test was run to compare urban and rural pig farming systems. The research found that there were differences of ages and feeding hours (P<0.05) between those two farming systems. There were no differences in household members, experience, average pig owned, working hours, selling period, litter size and number of farrowing. There are nine point of pig farming improvement that should be done to sustain pig farming systems in Manokwari Papua. Education may be improved by provide informal and skillful education. Pig ownership should be increased. Working hours must be increased. Pig keeping in the pens should be done by farmers. Managing pigs with additional time is important so that pigs will be maintained well. Litter sizes both in urban and rural are low, therefore further improvements are needed. Recording pig productivities must be done by every farmer. (Key words: Arfak pig farmers, Pig performance, Rural pig farming, Urban pig farming) INTISARI Ternak babi dipelihara pada daerah perkotaan dan pedesaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan di antara kedua lokasi. Studi lapangan dilakukan di Manokwari meliputi enam distrik, yaitu Manokwari utara, Manokwari Timur, Manokwari Barat, Warmare, Pradi dan Masni. Data diolah dengan menggunakan SPSS versi 18.0, uji-T dipakai untuk membandingkan peternakan babi perkotaan dan pedesaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rerata umur dan jumlah waktu pemberian pakan (P<0.05). Karakteristik yang relatif sama yaitu jumlah jiwa/keluarga, pengalaman, jumlah ternak, jumlah jam kerja, periode penjualan, jumlah anak babi, dan jumlah beranak/tahun. Terdapat sembilan faktor yang harus ditingkatkan untuk keberlanjutan sistem peternakan babi di Manokwari, Papua. Aspek pendidikan harus ditingkatkan dengan menyediakan pendidikan informal dan pendidikan keterampilan. Jumlah kepemilikan ternak dan waktu kerja harus ditingkatkan. Membiasakan ternak dipelihara dalam kandang harus dilakukan oleh peternak. Waktu kerja luang untuk ternak harus disediakan sehingga dipelihara dengan baik. Litter size rendah sehingga diperlukan perbaikan lebih lanjut. Oleh karena itu recording produktifitas ternak harus dilakukan setiap peternak. (Kata kunci: Performan peternakan, Peternak Arfak, Peternakan babi pedesaan, Peternakan babi perkotaan) _________________________________ * Korespondensi (corresponding author): Telp. +62 823 9911 5786 E-mail: da.iyai@yahoo.com 212