210 J. Hort. Vol. 24 No. 3, 2014 J. Hort. 24(3):210-219, 2014 Analisis Diversitas dan Paternitas Progeni F 1 Hasil Persilangan Arumanis 143 x Mangga Merah Menggunakan Marka Mikrosatelit (Analysis of Diversity and Paternity of F 1 Progeny from Crossing Arumanis 143 x Red Mangoes Using Microsatellite Markers) Santoso, PJ 1) , Djamas, N 2) , Rebin 1) , dan Pancoro, A 2) 1) Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, Jl. Raya Solok-Aripan Km. 8, Solok 27301, Sumatera Barat 2) Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati-ITB, Jl. Ganeca 10 Bandung E-mail: jarot305@yahoo.com Naskah diterima tanggal 12 Mei 2014 dan disetujui untuk diterbitkan tanggal 5 September 2014 ABSTRAK. Preferensi pasar terhadap mangga (Mangifera indica L.) yang bergeser dari buah berkulit hijau ke buah berkulit merah, telah mendorong dilakukannya program pemuliaan untuk merakit varietas yang sesuai. Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika telah melaksanakan kegiatan persilangan Arumanis 143 x mangga merah dan telah menghasilkan 63 progeni F 1 . Penelitian ini bertujuan menganalisis diversitas dan paternitas tetua dan progeni menggunakan marka mikrosatelit. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Genetika Tumbuhan, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, Institut Teknologi Bandung dari bulan Mei 2009 sampai April 2010. Enam pasang primer berlabel 6-FAM dirancang dan disintesis untuk mengamplifkasi daerah mikrosatelit pada genom mangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokus yang digunakan memiliki tingkat informasi yang tinggi dan sesuai untuk studi keragaman mangga. Persilangan tetua berjarak genetik jauh menghasilkan progeni dengan keragaman yang tinggi antarprogeni maupun dengan tetua. Persilangan antara pasangan tetua yang berjarak genetik dekat menghasilkan progeni yang memiliki kedekatan jarak genetik terhadap salah satu tetua. Persilangan tetua resiprokal menghasilkan progeni yang memiliki jarak genetik berdekatan. Populasi tetua mangga menunjukkan tingkat heterozigositas yang tinggi sehingga secara umum progeni F 1 hasil persilangan memiliki keragaman yang tinggi dan berpotensi menghasilkan varietas baru dari penggabungan karakter unggul Arumanis 143 dan mangga merah. Katakunci: Mangifera indica; Progeni F 1 ; Arumanis 143; Mangga merah; Mikrosatelit ABSTRACT. Market preference of mango (Mangifera indica L.) that changed from green skin fruit to the red skin one has drive breeding program to create variety to meet the market preference. Indonesian Tropical Fruit Research Institute has conducted crossing activities among Arumanis 143 x red skin mango and produces 63 F 1 progenies. This research was aimed to analyse the diversity and paternity of parents and their off-springs using microsatellite markers. The research was conducted at Plant Genetics Laboratory, School of Life Science and Technology, ITB from May 2009 to April 2010. Six pair of 6-FAM labeled primers were designed and synthesized to amplify microsatellite region in mango’s genome. Crossing among parents with long genetic distance produce progenies with high genetic variability among them and their parents. Crossing among parents with close genetic distance produced progenies with close genetic distance to one of the parents. Reciprocal crosses parents pairs progenies with close genetic distance of reciprocal parent pairs. This population analized are demonstrating high heterozigosity, hence the F 1 progeny, in general, have high genetic variation which convey expectancy to obtain new mango variety as a result of combination of superior characters from Arumanis 143 and red skin mangoes. Keywords: Mangifera indica; F 1 progeny; Arumanis 143; Red skin mango; Microsatellite Mangga (Mangifera indica L.) merupakan salah satu komoditas buah unggulan Indonesia setelah pisang dan jeruk. Total produksi di tahun 2004 mencapai 1,44 juta ton, dan selama 8 tahun berikutnya produksi terus meningkat menjadi 2,34 juta ton pada tahun 2012(Kementerian Pertanian 2013). Peningkatan produksi secara nyata ini tidak lepas dari meningkatnya penggunaan varietas unggul. Dari 18 varietas unggul mangga yang telah dilepas oleh Kementerian Pertanian (Rebin & Santoso 2009), Arumanis 143 (AR 143) merupakan varietas yang paling banyak ditanam hingga sebagian produksi buahnya diekspor ke berbagai negara. Mangga AR 143 terkenal memiliki ciri khas rasa yang manis segar, daging berwarna orange, serta warna kulit tetap hijau saat buah telah matang. Permintaan pasar terhadap buah mangga telah berubah dari warna kulit hijau kepada kulit berwarna merah yang lebih menarik. Keadaan ini mendorong dilaksanakannya perakitan varietas unggul baru dengan kualitas organoleptik seperti AR 143 dan memiliki kulit berwarna merah. Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika sejak tahun 1998 hingga 2004 telah melakukan persilangan antara AR 143 dengan 10 aksesi mangga berkulit merah (Haden, Kensington Apple, Irwin, Saigon, Kirsapati Maldah, Marifta, Delima, Gedong Gincu, Liar, dan Keitt) koleksi Kebun Percobaan Cukurgondang (Purnomo et al. 2002, Karsinah et al. 2003, Anwaruddinsyah et al. 2004). Dari persilangan tersebut telah diperoleh 63 progeni F 1 . Hambatan terbesar yang muncul dalam mengevaluasi turunan F 1 mangga ialah masa juvenilnya yang cukup panjang sehingga pemuliaan tanaman mangga memerlukan waktu yang sangat lama dan biaya yang sangat besar bila dikerjakan menggunakan teknik pemuliaan konvensional. Oleh karena itu diperlukan brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Jurnal Hortikultura