Artikel Penelitian Syifa’ MEDIKA, Vol.13 (No. 2), Maret 2023,67-73 67 KARAKTERISTIK PASIEN DAN POLA PENGGUNAAN OBAT ANTI BANGKITAN (OAB) PADA PASIEN EPILEPSI DI RS. MUHAMMADIYAH PALEMBANG Yesi Astri 1,2 , Irma Yanti 2 , Ayu Permata Sari 3 1 Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang 2 SMF Neurologi Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang 3 Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang Submitted: March 2022 |Accepted: July 2022 | Published: March 2023 ABSTRAK Penggunaan obat anti bangkitan (OAB) secara tepat dan patuh pada pasien epilepsi dapat mengurangi frekuensi bahkan menghilangkan bangkitan dan meningkatkan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik pasien dan pola penggunaan OAB, melalui studi deskriptif dengan desain potong lintang. Data diambil melalui rekam medik pasien di polikinik Saraf RS. Muhammadiyah Palembang (RSMP) pada tahun 2020. Sampel penelitian berjumlah 45 orang. Pada penelitian ini didapatkan bahwa jenis kelamin laki-laki, usia 26-64 tahun, pendidikan terakhir SMA, onset kejang usia >18 tahun, dengan jenis bangkitan umum dan etiologi simptomatik adalah karakteristik pasien epilepsi di RS. Muhammadiyah Palembang. Dapat disimpulkan bahwa di RSMP, OAB yang digunakan pada pasien epilepsi adalah monoterapi (Fenitoin) dan politerapi (Fenitoin dan Klobazam). Kata kunci : Epilepsi, Obat Anti Bangkitan, Pola Penggunaan Obat ABSTRACT The properly use of anti seizure medication by epilepsy patient can reduce frequency and eliminate seizures, then improve quality of life. This study aims to describe patient characteristics and use of anti seizure medication, by a descriptive study and cross-sectional design. Data were collected from medical records in Neurology Clinic of Muhammadiyah Hospital Palembang in 2020. The sample is 45 patients. The result show that male, age 26-64 years old, high school education, seizure onset >18 years old, with generalized seizure type and symptomatic etiology are characteristics of epilepsy patients in Muhammadiyah Hospital Palembang. This study conclude that at RSMP, Anti seizure medication used was monotherapy (Phenytoin) and polytherapy (Phenytoin and Clobazam). Keywords : epilepsy, anti seizure medication, medication use Korespondensi: yesi_astri@um-palembang.ac.id