28 Jurnal Ilmiah Desain dan Konstruksi Vol. 19 No. 1 Juni 2020 TEKNOLOGI SIRKULASI AIR PERMUKAAN (SiAP) UNTUK MENGHAMBAT PERTUMBUHAN ALGA SURFACE WATER CIRCULATION TECHNOLOGY TO INHIBIT ALGAL GROWTH ) Ai Yeni 3 1 Aditya Iwan Putro, 2 Syarifah Saitun, 3 Yuliya Mahdalena Hidayat Balai Hidrologi dan Lingkungan Keairan, Direktorat Bina Teknik Sumber Daya Air @gmail.com Abstrak Waduk, sebagai salah satu sumber daya alam, mempunyai potemsi strategis dan manfaat serbaguna baik secara ekologis maupun ekonomis. Kualitas air yang buruk berpotensi mengganggu fungsi utama suatu waduk dan mengancam keberlangsungan pengelolaan sumber daya air serta kerusakan lingkungan. Permasalahan yang terjadi di waduk blooming algae merupakan peningkatan populasi fitoplankton secara berlebihan karena kondisi nutrien yang tinggi pada lingkungan perairan. Pertumbuhan alga perlu dihambat karena alga hijau biru akan menutupi lapisan permukaan air atas sehingga mengganggu masuknya sinar matahari kedalam air menyebabkan kondisi air pada kedalaman tertentu unocsic (kekurangan oksigen) dan menyebabkan kadar sulfida dalam air akan meningkat. Salah satu metode untuk mengontrol dan mencegah ledakan populasi dari alga biru-hijau dalam badan air tanpa harus mengontrol masukan N dan P dengan menggunakan Sirkulasi Air Vertikal (SAV). SAV memutarkan air pada kedalaman di bawah batas daya tembus cahaya matahari menggunakan alat secchi depth. Saat ini, alat sirkulasi air di Indonesia masih menggunakan produksi luar negeri, dengan harga relatif mahal sehingga diperlukan pengembangan teknologi sirkulasi air vertical dengan produksi dalam negeri). Hasil menunjukkan bahwa kinerja alat tersebut dapat menurukan tingkat eutrofikasi waduk sehingga pertumbuhan alga berkurang, selain itu parameter N dan P turun. Model fisik ini menghasilkan modifikasi alat sirkulasi dengan penggunaan bahan lokal, secara teknis alat ini memiliki kinerja lebih baik ditunjukkan dengan peningkatan putaran motor dari 60 rpm menjadi 100 rpm, menambah jumlah panel surya menjadi empat buah, mengubah bentuk piringan menjadi modul yang bisa dibongkar pasang, serta peningkatan kecepatan aliran dari 22 L/det menjadi 24 L/det. Kata Kunci: Sirkulasi vertikal, blooming algae, modifikasi Abstract Reservoirs, as one of the natural resources, have strategic potential and complete benefits both ecological and economic. Poor water quality improves the main role of water and prevents the sustainable management of water resources and damages the environment. The problem that occurs in the blooming reservoir is an increase in the population of excessive phytoplankton because it requires high nutrition in the fishing environment. Everything that needs to be inhibited because blue-green algae will replace the top and top layers. Upward sunlight due to water at a certain level and low oxygen levels. One method for controlling and preventing the release of blue-green algae in a body of water without having to control N and P inputs by using Vertical Water Circulation (SAV). SAV rotates air at depths below the permeability of the sun using the depth of the instrument.At present, air circulation equipment in Indonesia still uses foreign production, with relatively expensive prices, so it requires the development of vertical air circulation technology with domestic production). The results that show the performance of this tool can reduce the eutrophication level of the reservoir so that algal growth decreases, besides the N and P parameters go down. This physical model results in a modification of the tool with local fuel, using technical tools it has more than 60 rpm to 100 rpm, increasing the number of brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Gunadarma University: Ejournal UG