E.1 Prosiding SNST ke-5 Tahun 2014 Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim Semarang 1 PENERAPAN PENGENDALIAN KUALITAS STATISTIK SEBAGAI PERANGKAT PROGRAM PENURUNAN BIAYA PADA PROSES PRODUKSI DI PT. BARATA INDONESIA TEGAL Achmad Faizal * , Zulfah, Saufik Luthfianto Prodi. Teknik Industri, Fak. Teknik, Universitas Pancasakti Tegal Jl. Halmahera Km. 1 Kota Tegal * Email: afaizal67@yahoo.co.id Abstrak PT. Barata Indonesia Tegal adalah perusahaan yang bergerak dibidang industri job order, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pengendalian kualitas dalam upaya mengendalikan tingkat kecacatan pada produk pipa yang dihasilkan perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pengendalian kualitas statistik dengan menghitung jumlah produksi pipa dan jumlah cacat pipa dengan menggunakan diagram kontrol P-Chart Hasil penelitian adalah berupa pipa dengan dimensi Ø 2250, berbahan dasar plat dengan ketebalan 8 mm. = 0,35, Batas Kendali Atas (BKA)= 0,47 dan Batas Kendali Bawah (BKB)= p=0,33, Batas Kendali Atas=0,45, Batas Kendali Bawah =0,21, Ada 9 titik yang berada di BKA dan BKB. Sehingga terjadi penurunan produk cacat sebesar 6,45%. Total Biaya Kualitas menurun sebesar 15,36 % dengan pendapatan penjualan pipa naik sebesar 3,96 % Kata kunci : Pengendalian Kualitas Statistik, Diagram Kontrol P chart 1. PENDAHULUAN PT.Barata Indonesia Tegal merupakan suatu perusahaan yang bergerak dalam industry job order. Perusahaan memiliki beberapa bidang usaha antara lain: engineering procurement and construction (EPC) yang terdiri dari peralatan penanganan pelabuhan, pabrik gula (baru dan rekondisi), pabrik minyak kelapa sawit, peralatan lapangan terbang, pembangkit tenaga listrik. Manufaktur antara lain minyak dan gas: heat exchanger, pressure vessel, boiler, pipa saluran, deaerator, tangki. Peralatan pembangunan jalan: mesin gilas, penyemprot aspal, stamper, penghancur batuan. Hidro mekanik: pintu air, trash track, penstock, hidro turbin. Industri agro: peralatan dan komponen pabrik gula. Proses industri: pabrik semen dan peralatannya, peralatan industri pertambangan, peralatan industri kimia. Konstruksi baja: jembatan kereta api baja, jembatan jalan baja. Heavy machining: gear making, heavy machining. Pengecoran antara lain peralatan kereta api: Bogie, Automatic Coupler, Shoulder/Rail Clip Housing, Knuckle, Axle Box. Industri semen: Liners, Hammer Mills, Grate Plates, Wobblers, Nose Ring, Grinding Balls. Industri Pertambangan: Dredge Buckets, Bucket Teeth, Jaw Crushers, Comminution Parts, Slurry Pumps. Komponen otomotif: Trunnion, Hanger, Piston Rings, Cam Shaft. Industri kimia: Distributor Pipes, Impeller, Pump Casing, Komponen Pabrik Kertas, Industri perkapalan: Rudder Horn, Rudder Frame, Jangkar, Bollards (PT.Barata Indonesia, 2012). Proses kegiatan pada perusahaan di mulai dari gambar kerja datang sampai pengecekan gambar dan perencanaan material yang akan di gunakan sampai pada pelaksanaan produksi. Irvan, (2006) dalam penelitian Pengendalian Mutu Produk Dengan Metode Statistik dimana hasil penelitian menunjukan bahwa jenis kerusakan yang sering terjadi pada semua proses secara umum dipengaruhi oleh keadaan mesin sehingga menyebabkan terjadinya penyimpangan pada produk. Penelitian ini belum mengkaji atau membahas tentang penurunan biaya pada proses produksi dengan metode statistik. Penulis mencoba menerapkan Pengendalian Kualitas Statistik untuk menurunkan biaya pada proses produksi dan mengidentifikasi penyebab cacat produk. Biaya proses produksi dan bertambahnya produk cacat pada PT. Barata Indonesia Tegal di sebabkan ada beberapa faktor yaitu: kurangnya pengecekan, pengawasan pada tenaga kerja maupun mesin. Dengan kurangnya pengendalian kualitas maka yang terjadi pada masing-masing proses. Yaitu proses marking, proses rolling, proses welding sampai proses painting tidak teratur, sehingga menimbulkan biaya proses produksi dan jumlah produk cacat yang selalu bertambah. Pada bagian inspection banyak ditemukan pipa yang cacat antara lain: porosity, under cut, cracks, slag inclusion. Setelah dilakukan