Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama ISSN 2089-8835 DOI : 10.15575/hanifiya.v5i1.15846 https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/Hanifiya/ Orientasi Penyusunan Tafsir Tematik Kementerian Agama Republik Indonesia Asep Fuad, 1* Dadan Rusmana, 2 dan Yayan Rahtikawati 3 1 KBIH Multazam Sumedang, Indonesia; asepfuad22@gmail.com 2 UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia; dadan.rusmana@uinsgd.ac.id 2 UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia; dryayanrahtikawati@uinsgd.ac.id * Correspondence Received: date; Accepted: date; Published: date Abstract: This study aims to discuss the thematic interpretation of the Ministry of Religion of the Republic of Indonesia by the work of a drafting team consisting of interpreters, hadith, and other Islamic sciences who are competent in their respective fields. Characteristics based on this thematic interpretation style is an interpretation whose nuances are social by interpreting the holy verses of the Qur'an using an exclusive theme by collecting verses of the Qur'an from an exclusive theme. This method is relatively new and is considered actual in interpreting the Qur'an. The author will try to reveal a complete understanding of the verses of the Qur'an. With this theory, the interpretation of the Qur'an can be synchronized with an exclusive theme. The research method used in this study is a literature review, which is a series of methods related to collecting library data, reading, taking notes, and studying research materials. The primary source is the thematic interpretation of the work of the Indonesian Ministry of Religion's Pentashihan Mushaf Lajnah. The substance of his research is more about theoretical matters. From there, it is known that the 23 themes of the thematic interpretation of the work of Pentashihan Mushaf Lajnah of the Ministry of Religion of the Republic of Indonesia contain answers to the challenges of the times that are more practical, systematic, moving forward, and very easily understood by the public. The emergence of this thematic interpretation is based on several aspects of the synchronization approach by examining the government's way of multiplying Islamic literature and creating a thematic interpretation that the Indonesian people can understand. Keywords: interpretation guidelines; divine revelation; various interpretations; development of interpretation; understanding of the Qur'an Abstrak: Penelitian ini bertujuan buat membahas tafsir tematik Kementerian Agama RI karya kerja tim penyusun yang terdiri berdasarkan ahli-ahli tafsir, hadis, dan ilmu-ilmu keislaman lainnya yang kompeten pada bidangnya masing-masing. Ciri berdasarkan corak tafsir tematik ini merupakan penafsiran yang nuansanya merupakan kemasyarakatan dengan menafsirkan ayat kudus al-Qur`an dengan menggunakan tema eksklusif dengan cara menghimpun ayat-ayat al-Qur`an dari tema eksklusif. Metode ini tergolong baru dan dianggap aktual dalam menafsirkan al-Qur`an. Penulis akan mencoba mengungkap pemahaman ayat-ayat al-Qur`an yang utuh. Dengan teori ini pemahaman al- Qur`an dapat disinkronisasikan dengan tema eksklusif. Metode penelitian yang dipakai pada penelitian ini merupakan kajian pustaka, yaitu serangkaian yang berkenaan menggunakan metode pengumpulan data pustaka, membaca, mencatat, dan mempelajari bahan penelitian. Sumber utamanya adalah tafsir tematik karya Pentashihan Mushaf Lajnah Kemenag RI. Subtansi penelitiannya lebih menyangkut hal yang bersifat teoritis. Dari situ diketahui bahwa tafsir tematik karya Pentashihan Mushaf lajnah Kemenag RI yang berjumlah 23 tema itu berisi jawaban atas tantangan zaman yang lebih praktis, sistematis, bergerak maju, dan sangat gampang dipahami masyarakat. Munculnya tafsir tematik ini berdasarkan beberapa segi pendekatan sinkronisasi dengan meneliti cara pemerintah buat memperbanyak literatur Islam dan mewujudkan sebuah tafsir tematik yang dapat dipahami rakyat Indonesia. Kata Kunci: pedoman penafsiran; wahyu Ilahi; ragam tafsir; perkembangan tafsir; pemahaman al- Qur’an