Jurnal Teknik Industri Vol. 8, No. 2, 2022 Jurnal Hasil Penelitian dan Karya Ilmiah dalam Bidang Teknik Industri 150 Pengukuran Beban Kerja Pada Pegawai Kampus Menggunakan Cardiovascular Load Dan NASA-TLX Raditya Jarwenda Novasani 1 , Risal Ngizudin 2 1,2) Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pekalongan Jl. Karangdowo No. 9, Pekalongan 51173 Email: raditya.novasani@gmail.com, risalngizudin@gmail.com ABSTRAK Kampus sebagai salah satu organisasi yang mempunyai banyak pegawai seharusnya memperhatikan seberapa besar beban kerja yang diberikan kepada pegawainya sehingga dapat menjalankan Tri Dharma dengan optimal. Beban kerja yang dapat diukur pada pegawai meliputi beban kerja fisik dan beban kerja mental. Metode pengukuran yang digunakan adalah Cardiovascular Load (%CVL) untuk beban kerja fisik dan NASA-TLX yang berupa kuesioner untuk beban kerja mental. Pengambilan data untuk beban kerja fisik dilakukan dengan pengukuran denyut nadi menggunakan oximeter. Sedangkan pengambilan data untuk beban kerja mental dilakukan dengan penyebaran kuesioner NASA-TLX secara online kepada pegawai. Hasil pengukuran beban kerja fisik diperoleh 17 pegawai dari 18 pegawai yang menjadi responden tidak mengalami kelelahan secara fisik. Sedangkan pada hasil pengukuran beban kerja mental menunjukkan beban kerja yang rendah, sedang, tinggi dan sangat tinggi. Kategori beban kerja sangat tinggi mendapatkan penilaian paling dominan yaitu 39,29% dari total 28 responden. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa sepertiga pegawai merasakan beban kerja mental yang sangat tinggi sehingga adanya kebijakan pimpinan dalam mengurangi beban kerja sangat dibutuhkan. Kata kunci: beban kerja, CVL, NASA-TLX, kampus ABSTRACT A college that has many employees should pay attention to how much workload is given to its employees so they can carry out the Tri Dharma optimally. To measure the workload, we can use the physical and mental workload of employees. The measurement method used is Cardiovascular Load (%CVL) for the physical workload and NASA-TLX for the mental workload. Data collection for the physical workload is done by measuring the pulse using an oximeter. Meanwhile, the mental workload was carried out by distributing NASA-TLX questionnaires online to employees. The results of measuring physical workload were obtained from 17 employees out of 18 employees who did not experience fatigue. Meanwhile, the results of mental workload measurements show low, medium, high and very high. The category of workload that is very high, gets the most dominant rating, such as 39.29% of 28 participants. Based on these results it can be concluded that a third of employees feel a very high mental workload so a policy in reducing workload is urgently needed from the leader. Keywords: workload, CVL, NASA-TLX, college Pendahuluan Salah satu sumber daya yang harus dioptimalkan kualitasnya dalam sebuah organisasi adalah sumber daya manusia atau pegawai. Pegawai mempunyai peranan penting dalam menentukan keberhasilan sebuah instansi dalam mencapai tujuan. Sehingga untuk mencapai tujuan organisasi yang optimal maka kapasitas pegawai harus disesuaikan dengan kebutuhannya. Menurut hasil riset yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2018, menyebutkan bahwa angka prevalensi gangguan mental emosional di Indonesia adalah 9,8%. Selain itu, diperkirakan 43% hari kerja yang hilang disebabkan karena adanya stres kerja yang dialami oleh pegawai [1]. Perguruan Tinggi sebagai salah satu organisasi yang bergerak dalam bidang pengembangan keilmuan juga harus memperhatikan seberapa besar beban kerja yang dimiliki pegawainya sehingga Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat dijalankan dengan baik [2], [3] dan dapat berjalan dengan maksimal bagi seluruh civitas akademik. Oleh karena itu, penilaian beban kerja pada sebuah organisasi sangat penting dilakukan agar pengelola dapat dengan optimal dalam menyusun kebijakan khususnya yang berhubungan dengan pegawai [4] tanpa terkecuali bagi organisasi seperti perguruan tinggi.