44
OPEN ACCES
Vol. 14 No. 1: 44-54
Mei 2021
Peer-Reviewed
AGRIKAN
Jurnal Agribisnis Perikanan (E-ISSN 2598-8298/P-ISSN 1979-6072)
URL: https: https://ejournal.stipwunaraha.ac.id/index.php/AGRIKAN/
DOI: 10.29239/j.agrikan.14.1.44-54
Alat Penangkapan Ikan Karang Unggulan Di Kabupaten Seram
Bagian Barat
( Supperior Fishing Gear for Coral Reef Fishes in Western Seram Regency)
Agustinus Tupamahu
1
, Haruna
1
, Barbara G Hutubessy, Stany R Siahainenia,
Albert Ch Nanlohy dan Kedswin Hehanusa
1
1
Jurusan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unpatti, Ambon-Indonesia,
Email: agus.tupamahu@fpik.unpatti.ac.id; agustupamahu02@gmail.com
Info Artikel:
Diterima : 27 Mar.. 2021
Disetujui : 30 Mar. 2021
Dipublikasi : 31 Mar. 2021
Artikel Penelitian
Keyword:
Leading fishing gears, Coral fish,
Western Seram Regency
Korespondensi:
Agustinus Tupamahu
Universitas Pattimura,
Ambon-Indonesia
Email :
agus.tupamahu@fpik.unpatti.ac.id
Copyright© Mei
2021 AGRIKAN
Abstrak. Berbagai alat penangkapan yang dioperasikan di perairan karang Kabupaten Seram Bagian Barat
mempunyai selektivitas tersendiri serta menangkap berbagai jenis ikan dan berdampak pada kerusakan
ekosistem terumbu karang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan alat penangkapan ikan karang
unggulan di Kabupaten Seram Bagian Barat. Metode survei melalui pengamatan dan wawancara terhadap
nelayan yang melakukan kegiatan penangkapan ikan karang. Responden ditentukan secara propulsive
sampling, metode skoring digunakan untuk menentukan alat penangkapan ikan unggulan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa alat penangkapan ikan yang tergolong kedalam alat tangkap pancing lebih unggul dari
alat tangkap lainnya, dimana pancing tonda dasar yang terunggul dengan kriterianya yaitu lama trip,
metode penangkapan, selektifitas, kompisisi hasil tangkapan, tingkat keuntungan, dapat diterima secara
sosial dan aspek hukum. Alat penangkapan ikan karang yang kurang diunggulakan terutama dari aspek
biologi perlu mendapat perhatian untuk perbaikan metode maupun desain daripada alat tangkap tersebut.
Abstract. Various fishing gears that are operated in the coral reef waters of Western Seram Regency have
their own selectivity, capture various species of fish, and have an impact on the damage to coral reef
ecosystems. This study aims to determine the leading reef fishing gears in Western Seram District. The
survey method is through observations and interviews with fishermen who conduct fishing activities of coral
species. Respondents are determined by propulsive sampling, the selection of superior fishing gear is done by
the scoring method. The results showed that the fishing gear classified into the line fishing gear was superior
to other fishing gear, where the bottom trolling were superior with the criteria of length of trip, fishing
method, selectivity, catch composition, profitability, socially acceptable and aspects law. The less favored
coral fishing equipment especially from the biological aspect needs attention to improve the method and
design of the fishing gear.
I. PENDAHULUAN
Kabupaten Seram Bagian Barat merupakan
salah satu Kabupaten di Provinsi Maluku yang
berkontribusi terhadap produksi perikanan laut.
Dari keseluruhan produksi perikanan laut di
Kabupaten Seram Bagian Barat pada tahun 2017
dimana 27,0% merupakan hasil tangkapan ikan
karang (Dinas Perikanan Kabupaten Seram Bagian
Barat, 2018). Berbagai alat penangkapan ikan yang
diperuntukan untuk menangkap ikan karang ini.
Alat tangkap tersebut adalah pancing ulur,
pancing tonda dasar, rawai dasar, jaring insang
dasar, jaring insang lingkar, perangkap (bubu dan
sero tancap), serta panah.
Ikan karang adalah ikan yang hidup pada
ekosistem terumbu karang atau berdekatan
dengan terumbu karang. Ciri utama sumberdaya
ikan karang antara lain memiliki aktifitas rendah,
gerak ruaya yang tidak terlalu jauh dan
membentuk gerombolan tidak terlalu besar,
sehingga penyebarannya relatif merata
dibandingkan dengan ikan pelagis. Pemanfaatan
ikan karang dengan berbagai alat penangkapan
dalam pengoperasiannya harus sesuai dengan
prinsip penangkapan yang ramah lingkungan.
Alat penangkapan yang tidak atau kurang ramah
terhadap lingkungan dapat berdampak pada
rusaknya habitat, terganggu migrasi dan
reproduksi hayati, serta menurunkan populasi dan
produksi ikan di waktu yang akan datang
(Pregiwati et al, 2017; Triana et al, 2018). Kegiatan
pengelolaan sumberdaya ikan harus
mengedepankan prinsip berkelanjutan, yaitu
memperhatikan aspek ekologi dan lingkungan,
teknis operasi, sosial ekonomi dan aspek
kelembagaan agar kelestarian sumberdaya ikan
terjamin (Sobari et al, 2003). Kajian terhadap alat
penangkapan unggulan di berbagai tempat
di Indonesia telah dilakukan, dan hasil kajiannya
telah menentukan alat tangkap unggulan ditinjau