1 J. Agrotek. Trop. 3 (1): 1-5 (2014) Fase Perkembangan Bunga dan Kandungan Gula Endogen pada Pembungaan Hoya diversifolia Blume. Flower Developmental Phases and Endogenous Sugar Content of Hoya diversifolia Blume. Sintho Wahyuning Ardie 1 *, Sri Rahayu 2 , Anas D. Susila 1 , dan Didy Sopandie 1 1 Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Jl. Meranti Kampus IPB Darmaga, Bogor, Jawa Barat, Indonesia 16680 2 Pusat Konservasi Tumbuhan, LIPI Kebun Raya Jl. Ir. H Djuanda No. 13 Bogor, Jawa Barat, Indonesia 16003 Diterima 24 Maret 2014/Disetujui 1 Juni 2014 ABSTRAK Hoya diversifolia Blume (Asclepiadaceae) merupakan salah satu tanaman asli Indonesia yang potensial dikembangkan sebagai tanaman hias. Namun periode pembungaan yang singkat dalam satu tahun merupakan kendala dalam pengembangan Hoya sebagai tanaman hias. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi fase perkembangan bunga dan untuk mempelajari hubungan antara kandungan gula endogen dengan induksi pembungaan H. diversifolia Bl. Pengamatan morfologi dan anatomi menunjukkan bahwa perkembangan bunga H. diversifolia Bl. terdiri atas 6 fase, yaitu induksi, inisiasi awal, inisiasi lanjut, diferensiasi, pendewasaan bunga dan antesis. Kandungan gula total dan sukrosa tidak berbeda nyata antara pucuk yang terinduksi dengan pucuk yang tidak terinduksi, sedangkan kandungan gula pereduksi lebih tinggi pada pucuk yang terinduksi ke arah generatif (7.40 mg.g -1 bobot basah) dibandingkan dengan pucuk yang tidak terinduksi (4.14 mg.g -1 bobot basah). Kata kunci: Asclepiadaceae, tanaman bunga, tanaman hias asli Indonesia ABSTRACT Hoya diversifolia Blume (Asclepiadaceae) is one of Indonesian’s native plants that has potential to be developed as ornamental plant. The short flowering period in one year, however, is a big problem in developing Hoya as an ornamental plant. The objective of this research was to determine the flower developmental phases and to study the correlation of endogenous sugar content with floral induction of H. diversifolia Bl. Morphological and anatomical observations showed that floral development of H. diversifolia Bl. consisted of 6 phases i.e. induction, early initiation, late initiation, differentiation, flower maturity, and anthesis. Total sugars and sucrose content were not significantly different between inductive and non-inductive buds, while the amount of reducing sugar were significantly higher in the inductive buds (7.40 mg g -1 fresh weight) compared to non-inductive buds (4.14 mg g -1 fresh weight). Key words: Asclepiadaceae, flowering plant, Indonesian native ornamental plant *Penulis korespondensi. e-mail: sinthoardie@gmail.com PENDAHULUAN Salah satu tanaman asli Indonesia yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai tanaman hias adalah marga Hoya dari famili Asclepiadaceae. Sekitar 32 jenis Hoya Indonesia telah dikoleksi dan dikonservasikan di Kebun Raya Bogor (Rahayu, 1999). Potensi Hoya terletak pada bentuk bunganya yang indah dan beraroma harum (Griffiths, 1994). Sebagai tanaman asli Indonesia, Hoya mudah tumbuh dan diperbanyak, relatif bebas serangan hama dan penyakit serta tidak memerlukan budidaya yang intensif. Hoya diversifolia Bl. adalah jenis Hoya yang memiliki bunga menarik dengan korola berwarna merah muda yang lembut (warna dadu) dan korona berwarna senada namun lebih tua (Rahayu, 1998). Tanaman tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi bunga potong karena memiliki tandan bunga berurutan di ujung percabangan dan memiliki bunga dalam jumlah banyak (20-30 per tandan; 5-20 tandan per tangkai) (Rahayu, 2001). Permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan H. diversifolia Bl. sebagai tanaman hias adalah periode berbunga yang singkat dalam satu tahun. Pengamatan Rahayu (1998) selama dua tahun (1994-1996) menunjukkan