jurnalteknik.unisla.ac.id/index.php/informatika ISSN: 2503-071X JOUTICA Volume 7 No.2 Tahun 2022 E-ISSN: 2621-511X 581 RANCANG BANGUN SISTEM PINTU AIR OTOMATIS BERBASIS IOT Teddy Dwi Saputra 1 , Zuly Budiarso 2 Program Studi Teknik Informatika, Universitas Stikubank Semarang Jl. Tri Lomba Juang, Mugassari, Kec. Semarang Sel., Kota Semarang, Jawa Tengah 50241 Telp (62-24) 8451976, 8311668 Fax (024) 8443240 E-mail: teddydwisaputra@mhs.unisbank.ac.id , zulybudiarso@edu.unisbank.ac.id ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem pintu air otomatis berbasis Arduino dan dipadukan dengan internet of things membuka ataupun menutup pintu berdasarkan ketinggian air pada penampungan air yang sebelumnya masih bersifat konvensional. Pintu air yang bersifat konvensional dinilai kurang efektif, mengingat curah hujan yang cukup tinggi disertai sulitnya memperkirakan ketinggian air yang memiliki potensi berubah baik dikarenakan curah hujan yang tinggi atau karena penyerapan air. Metode penelitian yang digunakan dengan menggunakan sistem prototyping. Hasil yang diharapkan adalah terwujudnya pintu air otomatis untuk meringankan manusia dalam menjalankan tugas serta membuat sistem yang berjalan dengan lebih efisien. Selain bersifat otomatis alat ini memiliki kelebihan yaitu bisa dikendalikan dari jauh dengan memanfaatkan internet of things. Rancang bangun pintu air otomatis ini menggunakan mikrokontroler arduino uno sebagai alat pemroses, serta dilengkapi dengan sensor ultrasonik, water level float switch sensor, motor servo. Hasil yang diharapkan adalah terciptanya sistem pintu air otomatis yang dapat mengurangi human error dalam bertugas, mengingat sulitnya memperkirakan ketinggian air yang selalu berubah-ubah.. Kata Kunci : Arduino, iot, otomatisasi. ABSTRACT This study aims to build an Arduino-based automatic sluice system and combine it with the internet of things to open or close the door based on the water level in the water reservoir which was previously still conventional. Conventional sluice gates are considered less effective, considering the high rainfall accompanied by difficulty in estimating the water level which has the potential to change either due to high rainfall or due to water absorption. The research method used is a prototyping system. The expected result is the realization of automatic sluice gates to ease people in carrying out their duties and make the system run more efficiently. Besides being automatic, this tool has the advantage that it can be controlled remotely by using the internet of things. The design of this automatic sluice gate uses an Arduino Uno microcontroller as a processing tool, and is equipped with ultrasonic sensors, water level float switch sensors, servo motors. The expected result is the creation of an automatic sluice system that can reduce human errors on duty, given the difficulty of estimating the water level which is always changing. Keywords: Arduino, iot, automation. 1. PENDAHULUAN Bagi seluruh makhluk hidup air merupakan sumber daya yang sangat diperlukan, bukan hanya manusia, hewan dan tumbuhan juga sangat membutuhka sumber daya air untuk bisa memenuhi berbagai kebutuhannya, seperti halnya pada kebutuhan dosmetik pada pertanian, industri, dan perusahaan-perusahaan lainnya. Dan salah satunya kebutuhan yang sangat memerlukan suplai air banyak yaitu lahan pertanian. Kondisi sumber daya air yang terbatas dan telah mengalami gangguan akibat perubahan iklim serta adanya dekradasi lingkungan menyebabkan kebutuhan air untuk kepentingan pertanian semakin kompotitif. kondisi ini dapat menyebabkan ketidak seimbangan antara ketersedian dan kebutuhan air tanaman. Masalah kekurangan atau kelebihan air akan menyebabkan tanaman tidak dapat tumbuh dan berproduksi secara oktimum. Salah satu teknologi pengelolaan pintu air yang efektif dan efisien adalah menjaga tinggi muka air di lahan sesuai dengan yang diinginkan. Pengaturan tingga muka air dilahan tidak mungkin jika dilakukan dengan cara menual dan sistem buka tutup yang selama ini banyak dipakai. Umumnya menjaga keadaan air pada area persawahan sangat penting,apalagi pada saat musim kemarau tanaman padi akan sensitif terhadap perubahan iklim pada lingkungan sekitarnya, untuk menjaga air tetap setabil dan agar padi dapat tumbuh dengan cepat tanpa hambatan di butuhkan alat penyuplai kebutuhan 2 air pada lahan pertanian untuk memompa air dari sungai kedalam areal persawahan, biasanya pompa air yang biasa di pakai petani masih mengunakan bahan bakan minyak ataupun dari listrik PLN agar bisa berfungsi, Pada tahun 70-an mulai adanya energi baru dan semakin mendapatkan perhatian pada saat krisis energi