ISSN-online 2615-601 Torani: JFMarSci Vol. 3 (1) December 2019: 37-50 ISSN-print 2621-5322 37 Dampak Kondisi Karang Terhadap Struktur Komunitas Megabentos yang Berasosiasi dengan Terumbu Karang Kepulauan Spermonde The Impact of Coral Conditions on the Structure of the Megabenthos Community Associated with the Coral Reefs of the Spermonde Islands K.P. Beatrix Tatipata dan Supriadi Mashoreng Pascasarjana Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin Jl. Perintis Kemerdekaan KM.10 Makassar Sulawesi Selatan 90245 corresponding author: smashoreng@unhas.ac.id Abstrak Terumbu karang (coral reefs) merupakan organisme yang hidup di dasar perairan dan berupa bentukan batuan kapur (CaCO3) yang cukup kuat menahan gelombang laut sehingga dapat mencegah terjadinya erosi pantai dan juga sebagai tempat bagi berbagai jenis hewan yang berasosiasi dengan ekosistem terumbu karang yang memanfaatkan polip karang sebagai makanannya. Megabentos merupakan biota/orgnisme yang berukuran lebih dari 1 Cm yang hidup di atas atau di dalam dasar laut, meliputi biota menempel, merayap dan meliang yang terlihat dengan kamera. Penelitian yang dilakukan dengan menggunakan Metode Line Intercept Transek (LIT) dan Metode Reef Check Benthos (RCB). Hasil penelitian kondisi karang didapatkan persentase tutupan karang hidup tertinggi terdapat pada pulau Badi 71,46%(Kategori kondisi karang Baik), Kategori kondisi karang sedang diwakili oleh pulau Kapoposang (46,02%) dan kategori kondisi karang buruk diwakili oleh pulau Ballang Lompo (7,92%). Keanekaragaman Jenis (H’) Megabentos tertinggi terdapat pada stasiun 3 (Pulau Badi) dengan nilai H’ = 2,528 sedangkan yang terendah terdapat pada stasiun IV (Pulau Lumu-lumu) dengan nilai H’ = 0,6365. Sehingga ketegori indeks keanekaragaman jenis megabentos di lokasi penelitian dapat dikatakan termasuk dalam kategori rendah sampai sedang. Kata kunci : Karang, Tutupan Karang, Megabentos, Kelimpahan Jenis Keanekaragaman jenis Abstract Coral reefs are organisms that live on the bottom of the waters and are in the form of limestone (CaCO3) which is strong against sea waves so that it can prevent coastal erosion and is also a place for various types of animals associated with coral reef ecosystems that utilize coral polyps. as his food. Mega-benthos are biota / organisms with a size of more than 1 cm that live on or in the seabed, including the sticking, creeping and burrowing biota that is visible with the camera. The research was conducted using the Line Intercept Transect Method and the Benthos Reef Check Method. The results showed that the highest percentage of live coral cover was found on Badi Island 71.46% (Good coral condition category), the moderate coral condition category was represented by Kapoposang Island (46.02%) and the bad coral condition category was represented by Ballanglompo Island ( 7.92%). The highest diversity of species (H ') Mega-benthos is at station 3 (Badi Island) with the value of H' = 2.528 while the lowest is at station IV (Lumu-lumu Island) with the value of H '= 0.6365. So that the category of the megabenthos species diversity index in the research location can be said to be in the low to moderate category. Keywords: coral, coral coverage, mega-benthos, abundance, diversity Pendahuluan Ekosistem terumbu karang adalah ekosistem perairan dangkal yang banyak dijumpai di sepanjang garis pantai daerah tropis. Indonesia memiliki kawasan terumbu karang yang luas dan memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan baik dari aspek Volume 3 (1) December 2019: 37-50 ISSN-online 2615-6601 ISSN-print 2621-5322