JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa), Vol. 7, No. 1, Juni 2022, Hal. 11-16
Terakreditasi “Peringkat 3” oleh Kemenristek/BRIN, Nomor SK: 85/M/KPT/2020
DOI: 10.31544/jtera.v7.i1.2022.11-16
11
p-ISSN 2548-737X
e-ISSN 2548-8678
Diterima: 21 Oktober 2021; Direvisi: 7 Desember 2021; Disetujui: 15 Desember 2022
JTERA, Vol. 7, No. 1, Juni 2022
© 2022 JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa), Politeknik Sukabumi
Pengaruh Perbedaan Anoda pada Sintesis
Graphene Menggunakan Reaktor Elektrokimia
Termodifikasi Solenoida
Isnanda Nuriskasari
#
, Devi Handaya, Agus Edy Pramono
Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Jakarta
Jl. Prof. DR. G. A. Siwabessy, Kota Depok, Jawa Barat, Indonesia
#
isnanda.nuriskasari@mesin.pnj.ac.id
Abstrak
Graphene merupakan salah satu jenis material baru yang memiliki sifat sifat elektrik, termal, magnetik, optikal,
mekanik, dan kimiawi yang istimewa. Metode sintesis graphene yang saat ini sedang dikembangkan adalah melalui
teknik pengelupasan lapisan secara elektrokimia karena memiliki kelebihan proses pembuatan yang cepat, ramah
lingkungan, dan biaya yang rendah dalam proses produksinya, serta nilai kecacatan material yang dihasilkan rendah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan anoda dalam sintesis graphene menggunakan metode
pengelupasan lapisan elektroda grafit secara elektrokimia. Anoda yang divariasikan dalam penelitian ini adalah
elektroda grafit komersial dan elektroda grafit buatan yang berupa komposit grafit-Phenol Formaldehid (grafit-PF).
Katoda dalam penelitian ini merupakan variabel tetap yaitu menggunakan grafit komersial. Hasil penelitian ini adalah
elektroda komposit grafit-PF dapat bertindak sebagai anoda dalam proses sintesis graphene dengan metode
pengelupasan lapisan elektroda grafit secara elektrokimia, meskipun graphene yang dihasilkan lebih rendah jika
dibandingkan dengan penggunaan elektroda grafit komersial sebagai anoda. Arus 5A dari power supply yang yang
terhubung pada elektroda grafit memperlihatkan hasil yang paling baik. Penggunaan reaktor termodifikasi solenoida
dapat meningkatkan berat graphene yang terbentuk.
Kata kunci: graphene, grafit, elektrokimia, solenoida
Abstract
Graphene is a new type of material that has excellent electrical, thermal, magnetic, optical, mechanical and
chemical properties. The graphene synthesis method that is currently being developed is through electrochemical
peeling technique because it has the advantages of a fast manufacturing process, environmentally friendly, and low cost
in the production process, as well as low value of the resulting material defects. This study aims to determine the effect
of different anodes in the synthesis of graphene using the electrochemical stripping method of the graphite electrode
layer. The anodes that were varied in this study were a commercial graphite electrode and an artificial graphite
electrode in the form of a graphite-Phenol Formaldehyde (graphite-PF) composite. The cathode in this study is a fixed
variable using commercial graphite. The result of this research is that the Graphite-PF composite electrode can act as
an anode in the graphene synthesis process by electrochemically stripping the graphite electrode layer, although the
resulting graphene is lower than the use of commercial graphite electrodes as anode. The 5A current from the power
supply connected to the graphite electrode shows the best results. The use of a solenoid modified reactor can increase
the weight of the graphene formed.
Keywords: graphene, graphite, electrochemical, solenoid
I. PENDAHULUAN
Graphene merupakan alotrop karbon dalam
bentuk lembaran tipis yang tidak lebih tebal dari
sebuah atom dengan ikatan sp
2
dan tersusun dalam
kisi heksagonal. Konjugasi elektron π dalam
graphene menghasilkan sifat elektrik, termal,
magnetik, optikal, mekanik, dan kimiawi yang
istimewa [1], [2]. Oleh karena itu, banyak ilmuwan
melakukan penelitian terhadap material graphene
untuk diaplikasikan dalam bidang energi, salah
satunya untuk menyimpan energi seperti baterai, sel