Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat II Universitas PGRI Ronggolawe Tuban Tuban, 23 September 2017 PRINT ISSN: 2580-3913; ONLINE ISSN: 2580-3921 Tema: Pengembangan Luaran Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Menuju Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk Peningkatan Daya Saing Mendukung Kemandirian Bangsa PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK KOMERSIAL DAN LAMA WAKTU FERMENTASI YANG BERBEDA PADA LIMBAH SURIMI SEBAGAI ALTERNATIF TEPUNG IKAN Alfiyatur Rohmah¹, Marita Ika Joesidawati ², Perdana Ixbal Spanton ³ ˡUniversitas PGRI Ronggolawe Tuban, alfiyarohmah05@gmail.com ²Universitas PGRI Ronggolawe Tuban, maritajoes@unirow.ac.id ³Universitas PGRI Ronggolawe Tuban, ixbal.spanton@gmail.com Abstrak Faktor yang menentukan keberhasilan para pembudidaya ikan adalah penyediaan pakan, namun penyediaan pakan sering menjadi kendala karena biaya yang tinggi. Salah satu alternatif pemecahan masalah adalah dengan cara membuat sendiri pakan ikan dengan bahan baku yang mudah diperoleh, murah, bergizi tinggi berupa tepung ikan sebagai bahan dasar pembuatan pakan ikan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis probiotik komersial dan lama waktu fermentasi yang berbeda pada limbah padat surimi jenis Itoyori, dan untuk mengetahui kandungan nutrisi pada limbah padat surimi jenis Itoyori yang telah mengalami perlakuan penambahan dosis probiotik dan lama waktu fermentasi yang berbeda. Diharapkan hasil penelitian limbah padat surimi jenis Itoyori sebagai pengganti alternatif tepung ikan. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan terdiri atas penambahan probiotik komersial sebanyak 0%, 6%, 9%, dan 12% serta lama waktu fermentasi 3 hari, 7 hari, 14 hari dengan masing-masing perlakuan dilengkapi 3 kali ulangan. Parameter yang diamati adalah kandungan nutrisi dengan kondisi anaerob. Uji BNT dengan selang kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan kenaikan pada kadar protein dari 56,09% menjadi 69,96%, kenaikan lemak dari 4,50% menjadi 5,17%, kenaikan kadar abu dari 9,22% menjadi 10,05%, dan penurunan kadar air dari 11,45% menjadi 9,61% dan hasil dari limbah padat surimi yang sudah difermentasi dapat dijadikan sebagai alternatif tepung ikan dengan hasil terbaik diperoleh pada pemberian dosis 9% dan waktu fermentasi selama 7 hari dengan nilai protein 69,96%, lemak 5,17%, kadar air 9,61%, dan kadar abu 10,04%. Kata kunci: Probiotik Komersial, Fermentasi, Nutrisi, Itoyori I. PENDAHULUAN Salah satu penentu berhasil tidaknya budidaya ikan adalah penyediaan pakan. Pakan merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam kegiatan budidaya, karena harga pakan akan mempengaruhi biaya produksi (Kurniawati, 2012). Komponen utama dalam pembuatan pakan ikan berasal dari tepung ikan dan bungkil kedelai yang merupakan produk impor dengan harga yang mahal yaitu Rp 14.400/kg tepung ikan dan Rp 4.700/kg tepung kedelai (Atanpaim, 2010). Limbah hasil pengolahan surimi belum tertangani secara baik dan ketersediaan limbah perikanan masih tergolong dalam jumlah yang banyak. Limbah tidak dapat diberikan secara langsung kepada ikan karena dapat menimbulkan efek negatif sehingga perlu dilakukan suatu upaya supaya bisa menambah nilai ekonomi dari limbah hasil perikanan itu sendiri. Menurut Marera (2014) probiotik dengan dosis 9% dan lama waktu fermentasi 7 hari pada limbah ikan swanggi memberikan hasil yang terbaik. Cara memanfaatkan limbah padat surimi yaitu dengan cara kimiawi dan biologi. Pengolahan secara kimiawi dilakukan dengan cara penambahan asam organik maupun anorganik. Sedangkan secara biologis dikenal sebagai proses fermentasi dengan memanfaatkan mikroba. Salah satu cara fermentasi adalah dengan penambahan probiotik. Probiotik adalah komponen sel mikroba pada pakan yang menguntungkan inang (Muis et al., 2008). Berdasarkan latar belakang diatas maka perlu kiranya dilakukan penelitian lebih lanjut tentang cara fermentasi limbah padat surimi jenis Itoyori dengan penambahan probiotik komersial dengan dosis dan lama waktu fermentasi yang berbeda dengan maksud untuk mengetahui kandungan nutrisi pada bahan pakan yang berkualitas sehingga hasil yang diperoleh dalam penelitian lanjutan ini diharapkan terjadi peningkatan kandungan nutrisi serta mengetahui efektifitas waktu yang digunakan dalam proses fermentasi pada limbah padat surimi jenis Itoyori. Tujuan dilakukannya penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis probiotik